Painan, Sumbar, (Antara) - Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendapat dana hibah sebanyak Rp700 juta untuk pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Sutera kabupaten setempat, pada tahun 2013. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pesisir Selatan Hendri Hanafi di Painan, Senin, mengatakan pembangunan jembatan gantung tersebut direncanakan di Kampung Ampalu, Nagari (Desa Adat) Gantiang Mudiak Selatan Surantih, Sutera. Menurut dia, jembatan itu merupakan sarana transportasi penghubung bagi warga sekitar untuk keluar dan masuk kampung itu dan daerah perkebunan dalam melaksanakan aktifitasnya sehari hari. Jika pembangunannya selesai, jembatan tersebut juga akan bermanfaat besar bagi masyarakat sebagai sarana penghubung transportasi darat bagi masyarakat sekitar dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. "Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, setidaknya dapat mengurangi biaya angkut hasil perkebunan masyarakat ke luar daerah ini, " kata dia. Kata dia, bantuan sarana dari Pemerintah Provinsi Sumbar dengan memberikan dana hibah itu sangat membantu karena anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kabupaten itu sangat terbatas. Maka itu keberhasilan dalam menyelesaikan pembangunan dengan kualitas yang baik diharapkan mampu menjadi faktor untuk meraih kembali bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Sesuai rencana pembangunan jembatan gantung itu akan dilaksanakan oleh kontraktor (rekanan) pemenang tender yang saat ini tengah dilaksanakan di Dinas PU kabupaten setempat. Arlis (50) warga Ampalu menyebutkan, jembatan tersebut sudah merupakan kebutuhan bagi warga di kampung itu dan sekitarnya karena berfungsi sebagai alat penghubung transportasi darat bagi masyarakat sekitar. Di daerah itu terdapat areal perkebunan dan pertanian sawah yang cukup luas. Areal sawah yang ada di seberang Batang Surantih itu sekitar 450 hektare. Sedangkan areal perkebunan masyarakat ada sekitar 1.500 hektare. "Di kampung itu terdapat areal perkebunan dan pertanian masyarakat yang cukup luas. Komoditi perkebunan di daerah itu seperti gambir, karet, nilam dan sebagainya, " ungkap dia. Pembangunan jembatan itu sangat membantu masyarakat setempat yang sebelumnya kesulitan untuk mencapai daerah itu karena keterbatasan fasilitas penghubung. (*/sun)
Berita Terkait
Tim SAR gabungan kembali temukan satu korban kecelakaan pesawat ATR
Senin, 19 Januari 2026 14:57 Wib
TNI AD jelaskan penemuan puing pesawat ATR 42-500
Senin, 19 Januari 2026 14:53 Wib
Kemenhub sebut hasil inspeksi pesawat ATR 42-500 laik terbang
Senin, 19 Januari 2026 13:02 Wib
KNKT: pesawat ATR terhambur menabrak Gunung Bulusaraung
Senin, 19 Januari 2026 9:37 Wib
Basarnas siapkan dua opsi operasi cari korban pesawat ATR 42-500
Senin, 19 Januari 2026 4:28 Wib
Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR jalani tes ante mortem
Senin, 19 Januari 2026 4:27 Wib
Tim DVI Polda Jabar ambil sampel DNA keluarga korban pesawat ATR
Minggu, 18 Januari 2026 18:28 Wib
Satu jasad kecelakaan pesawat ATR ditemukan SAR Gabungan
Minggu, 18 Januari 2026 16:16 Wib
