Dalam kondisi tercabik-cabik, pramugari ini tetap bertahan hidup

id berita padang,berita sumbar,pesawat

Dalam kondisi tercabik-cabik, pramugari ini tetap bertahan hidup

Laura Lazarus. (antarasumbar/Istimewa)

Saat terjadi benturan pesawat semua kursi di depan terseret dan semua benda menancap di tubuh sampai saya ditemukan di bawah reruntuhan sayap pesawat,
Padang (ANTARA) - Seorang mantan pramugari Laura Lazarus dalam kondisi tercabik-cabik dengan muka hancur, mata keluar, tangan copot, pinggang dan kaki patah hingga daging betis yang hilang separuh karena terlempar di dalam pesawat mencoba berjuang untuk bertahan hidup.

Sebelum pesawat Lion Air hendak mendarat di Bandara Adisumarmo, Solo yang mengalami keluar jalur pada 2004 silam, posisi Laura berada di bagian belakang kemudian rekannya yang juga sahabat dekatnya mengajaknya untuk pindah duduk ke depan dan setelah itu ia mendapat firasat buruk dan memberitahukan hal itu pada rekannya namun sahabatnya hanya diam.

Tidak lama setelah itu ia mendengar dentuman keras dari depan pesawat yang membuat tubuhnya beserta sahabatnya terlempar hingga ke sayap pesawat dan menyebabkan kepala sahabatnya hancur serta kapten dan seluruh penumpang yang duduk di deretan 10 bangku ke depan meninggal dunia.

"Saat terjadi benturan pesawat semua kursi di depan terseret dan semua benda menancap di tubuh sampai saya ditemukan di bawah reruntuhan sayap pesawat," ucap Laura dikutip dari akun Youtube The Hermansyah.

Laura sempat dinyatakan meninggal saat dievakuasi dari dalam pesawat oleh warga karena kondisinya yang begitu parah dengan sekujur tubuh penuh luka.

Dia menjalani 19 kali operasi pasca selamat dari kecelakaan itu dan melewati proses penyembuhan selama sembilan tahun. Namun, rasa sakit yang dialaminya saat kecelakaan itu masih terasa dan teringat jelas hingga sekarang.

"Melewati operasi demi operasi itu sangat menguras air mata, hati serta tekanan kehidupan itu rasanya datang bertubi-tubi ditambah setahun kemudian saya harus naik pesawat lagi, hati saya ciut rasanya tapi saya ingat kata ibu untuk tetap kuat.

Ibu Laura bernama Fanny menyebutkan hingga saat ini putrinya masih merasa takut apabila ada kejadian yang mengingatkannya dengan kecelakaan pesawat itu.

"Apabila ada hujan deras atau petir besar dia menjadi teringat peristiwa itu dan memanggil saya agar berada disampingnya. Kemudian saat mendung atau mati lampu dia langsung gelisah," katanya.

Sikap ibunya yang selalu memberikan dorongan positif membuat anaknya mampu bangkit kembali dan mampu memotivasi banyak orang untuk tidak mudah menyerah dalam hidup ini.

Hikmah yang disampaikan oleh Laura atas kejadian itu yakni kesempatan kedua yang diberikan sang pencipta untuk merupakan sebuah anugerah yang tidak boleh disia-siakan.

Ia berpesan selama kita masih diberi nafas artinya kita masih punya tugas. Mungkin kita merasa diri kita tidak berguna tapi kita tidak pernah tahu kalau diluar sana ada orang yang mendapat kekuatan dari kita.

"Jangan pernah menyerah karena menyerah bukan pilihan," tambahnya.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar