Majelis hakim PN Padang tolak eksepsi terdakwa prostitusi yang digerebek polisi dan Andre Rosiade

id berita padang,berita sumbar,PN,andre rosiade

Majelis hakim PN Padang tolak eksepsi terdakwa prostitusi yang digerebek polisi dan Andre Rosiade

Sidang dengan agenda pembacaan putusan sela di Pengadilan Tipikor Padang, pada Selasa (4/8). (Antarasumbar/FathulAbdi)

Menolak eksepsi dari pihak terdakwa, dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi serta barang bukti dalam perkara ini,
Padang (ANTARA) - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menolak keberatan (eksepsi) dari pihak NN, terdakwa kasus dugaan prostitusi dalam jaringan yang digerebek polisi dan anggota DPR RI, Andre Rosiade pada Januari 2020.

"Menolak eksepsi dari pihak terdakwa, dan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi serta barang bukti dalam perkara ini," kata ketua majelis hakim Reza Himawan Pratama di Padang, Selasa.

Hal itu disampaikannya dalam sidang beragendakan putusan sela, bersama dua hakim anggota lainnya yakni Suratni dan Lifiana Tanjung.

Majelis hakim menilai eksepsi yang disampaikan pihak terdakwa telah masuk ke pokok perkara, dan bukan ranah eksepsi.

Menanggapi hal tersebut, penasehat hukum terdakwa yaitu Riefia Nadra mengatakan pihaknya menghormati putusan majelis hakim.

Ia menyebutkan dalam eksepsi yang dibacakan pada sidang sebelumnya, pihaknya ingin menyampaikan kronologis versi pihaknya yang berbeda dengan dakwaan jaksa.

"Karena eksepsi ditolak maka kami akan menyiapkan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan menghadirkan saksi meringankan atau ahli," jelasnya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum Dewi Permata Sari mengatakan segera menyiapkan saksi untuk dihadirkan pada sidang selanjutnya.

"Rencanananya akan dihadirkan tujuh saksi," ujarnya.

Dalam perkara tersebut jaksa juga berencana untuk menghadirkan ahli ke persidangan.

Sebelumnya, perkara itu adalah kasus dugaan prostitusi online yang berhasil diungkap Polda Sumbar bersama dengan anggota DPR RI Andre Rosiade saat menggerebek di sebuah hotel di kota Padang, Minggu (26/1).

Dalam penggrebekan itu, Polda sumbar mengamankan NN bersama dengan mucikarinya AS (24) yang juga diseret ke pengadilan.

Terdakwa dijerat dengan pasal 27 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008, Juncto (Jo) Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Serta pasal 4 Ayat (2), pasal 30 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar