Lantamal Padang tetap patroli di tengah pandemi

id Lantamal Padang,Patroli KRI,pelabuhan teluk bayur

Lantamal Padang tetap patroli di tengah pandemi

Penyerahan material kesehatan di geladak KRI Kurau-856 yang tengah bersandar di Dermaga Bungus, Padang, pada Kamis (28/5). (ANTARA/HO)

Padang (ANTARA) - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memastikan tugas pokok empat Kapal Republik Indonesia (KRI) tetap berjalan di tengah pandemi COVID-19.

"Tugas pokok KRI tetap berjalan secara maksimal untuk melaksanakan patroli demi menjaga keamanan wilayah," kata Komandan Lantamal Padang Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso, didampingi Komandan Satrol Kolonel Laut (P) Cahya Indra Susilo di Padang, Kamis.

Hal itu dikatakannya saat meyerahkan material kesehatan di geladak KRI Kurau-856, yang tengah bersandar di dermaga Bungus Padang.

Material kesehatan yang diberikan berupa 50 set baju hazmat, masker, face shield 20 unit, masker kain NV 20 sebanyak 200 lembar.

Kemudian perangkat kesehatan kapal golongan IV sebanyak 1 unit, dan perangkat kesehatan kapal golongan VI sebanyak 3 unit.

Material kesehatan tersebut diharapkan dapat menjaga tingkat kesiapan operasi KRI di tengah Pademi Covid-19 yang sedang melanda.

Penyerahan juga dilakukan kepada para komandan KRI lainnya yang ada di bawah Lantamal II Padang, yakni KRI Kelabang, KRI Kala Hitam, dan KRI Kurau.

Ia mengatakan empat kekuatan KRI akan tetap melaksanakan patroli laut khususnya di wilayah kerja Lantamal II Padang yang meliputi Sumbar, Bengkulu, Nias dan Sibolga.

Patroli itu demi memastikan keamanan laut bebas dari pelanggaran hukum serta pelanggaran kedaulatan negara.

Seperti pencurian ikan, penyelundupan barang terlarang seperti narkoba dan sejenisnya, penyelundupan orang, pelanggaran alat tangkap, pencurian, dan lainnya.

"KRI mempunyai kelebihan karena mampu mengarungi laut dalam, sehingga fungsi pengawasan lebih maksimal," katanya.

Lantamal II Padang menegaskan akan menindak segala bentuk pelanggaran hukum serta kedaulatan negara yang terjadi.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar