JNE Dharmasraya sediakan tempat cuci tangan konsumen antisipasi penularan COVID-19

id penjualan JNE Cabang Dharmasraya,JNE Dharmasraya,tempat cuci tangan konsumen ,antisipasi penularan COVID-19,berita dharmasraya,corona,covid-19

JNE Dharmasraya sediakan tempat cuci tangan konsumen antisipasi penularan COVID-19

Salah seorang konsumen JNE mencuci tangan sebelum masuk konter penjualan JNE Cabang Dharmasraya, Kamis (26/3). (ANTARA/Ilka Jensen)

Pulau Punjung, (ANTARA) - Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat menyediakan tempat cuci tangan bagi konsumen sebagai antisipasi penularan virus corona jenis baru (COVID-19) di daerah itu.

"Seluruh konsumen JNE sebelum masuk konter penjualan akan diminta petugas mencuci tangan," kata Kepala Cabang JNE Dharmasraya Maryadi di Pulau Punjung, Kamis.

Ia mengatakan kebijakan tersebut sebagai tindaklanjut dari imbauan pemerintah agar masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam rangka antisipasi penularan virus corona.

Tidak hanya kepada konsumen, kata dia seluruh karyawan JNE Dharmasraya terutama kurir sebelum dan selesai menyorotir barang atau paket juga diminta mencuci tangan.

"Begitu juga seluruh ruangan dan lingkungan kantor dilakukan penyemprotan desinfektan setiap hari," kata dia.

Sedangkan terkait kebijakan sementara menutup pelayanan pengiriman paket baik dari daerah ataupun dari luar daerah belum ada keputusan, kata dia.

"JNE cabang tidak dapat memutuskan ini, karena cabang hanya mengikuti instruksi kantor utama dan pusat, sampai sekarang belum ada pemberitahuan mengenai pemberhentian pelayanan sementara," tambah dia.

Sementara, Juru Bicara Penanganan COVID-19 Dharmasraya Rahmadian menyebutkan, hingga Rabu (25/3) jumlah warga yang masuk dalam kategori Pelaku Perjalanan Daerah Terjangkit (PPT) mencapai 464 orang. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) 36 orang.

"PPT dan ODP tersebut saat ini berada dalam pantauan petugas kesehatan yang ada di puskesmas," ujarnya.

Sementara pihaknya membantah teinformasi dua warga Dharmasraya positif corona dan dirujuk ke RS M Djamil Padang adalah tidak benar.

"Belum ada warga Dharmasraya yang dinyatakan positif. Satu orang yang dirujuk itu adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mahasiswa yang baru pulang dari Bogor. Sementara yang satu lagi adalah ODP," ungkap dia. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar