Warga Situjuah diduga terjangkit corona

id Virus Corona,Dinkes Payakumbuh,RSUP M Djamil

Warga Situjuah diduga terjangkit corona

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal. (ANTARA/Akmal Saputra)

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Salah seorang warga Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota yang baru pulang dari Malaysia, diduga terjangkit virus corona dan saat ini sudah dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

"Kami mendapatkan laporan langsung dari tim surveilans kita. Kami mendapatkan informasi tadi pagi ada terduga virus corona dilihat dari gejala-gejala yang dilihat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh, Bakhrizal di Payakumbuh, Kamis.

Gejala yang ditemui dari terduga virus corona seperti sesak nafas dan melihat apa yang ada di dalam paru-paru setelah dilakukan rontgen oleh pihak rumah sakit.

Terduga virus corona merupakan warga Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota yang berobat di RS Ibnu Sina, Kota Payakumbuh. Terduga ingin melakukan pengecekan rutin ke RS Ibnu Sina.

"Ibu-ibu berumur kurang lebih 60 tahun, awalnya gejala sesak nafas dan dulunya ada riwayat ASMA, jadi di rontgen dan ada hal yang ditemui," kata dia.

Untuk itu, masyarakat Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota tidak boleh terlalu cemas sebab masih banyak hal yang harus didiagnosis untuk dipastikan menderita corona.

Ia mengatakan terduga baru sampai dari Malaysia dalam pekan ini untuk pulang kampung ke Situjuah. Terduga merupakan pedagang di Malaysia.

"Ingat, ini baru dugaan belum ada kepastian. Kita menunggu hasil dari RSUP M. Djamil. Karena memang ketika ada dugaan, kita harus melakukan tindakan lanjutan," sebutnya.

Apabila memang positif, nantinya akan ada tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh Dinkes Payakumbuh berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Limapuluh Kota.

Meski begitu, Bakhrizal mengimbau masyarakat agar tetap mengurangi kontak langsung kepada orang yang influenza. Pengurangan kontak langsung itu tidak hanya karena virus corona, tapi juga antisipasi penyebaran penyakit lainnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar