Dualisme KAN, warga gelar aksi demonstrasi di gerbang masuk PT Semen Padang

id berita padang, berita sumbar, semen padang, lubuk kilangan bangkit bersatu

Dualisme KAN, warga gelar aksi demonstrasi di gerbang masuk PT Semen Padang

 Kelompok masyarakat yang menamakan diri Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang PT Semen Padang pada Selasa (7/1). (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Kelompok masyarakat yang menamakan diri Lubuk Kilangan Bersatu Bangkit menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang PT Semen Padang sebagai buntut dari dualisme kepengurusan lembaga adat Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan Padang.

Menurut Ketua Lubuk Kilangan Bangkit Bersatu Rabain Syukur di Padang, Selasa saat ini di Lubuk Kilangan ada dua dualisme kepengurusan Kerapatan Adat Nagari .

Pihaknya menginginkan agar KAN Lubuk Kilangan bersatu dan tidak ada lagi dua kepengurusan karena akan membuat masyarakat terpecah.

Pada aksi yang digelar di depan gerbang PT Semen Padang di Indarung tersebut para peserta menggelar orasi dan membentangkan spanduk dan poster.

Sebelum menggelar aksi demo para peserta aksi membongkar plang merek kantor KAN dan sempat terjadi kericuhan karena terjadi penolakan.

Dalam orasinya pendemo meminta PT Semen Padang untuk menghentikan kerja sama sementara dengan salah satu KAN sampai semua pihak bisa duduk bersama dan bersatu kembali.

Ratusan aparat kepolisian bersiaga mengamankan aksi guna mencegah terjadinya aksi anarkis.

Persoalan yang menerpa KAN Lubuk Kilangan bermula dari berakhirnya masa kepengurusan KAN yang dipimpin Basri Rajo Usali yang kemudian terpilih untuk ketiga kalinya.

Setelah itu ada pihak yang melaksanakan pemilihan pengurus KAN tandingan yang dipimpin oleh Junaidi Usman.

Sementara Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan pihaknya tidak akan mencampuri urusan internal dari pemuka adat di Lubuk Kilangan Padang.

Ia memastikan aksi demo tidak mengganggu operasional pabrik dan tambang kendati pintu masuk utama ditutup sementara.

"Kita masih ada akses dari pintu lain untuk masuk ke pabrik dan kantor," kata dia.

Ia berharap persoalan ini diselesaikan dan pihaknya tidak akan ikut campur karena ini lebih ke internal nagari

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar