Pesisir Selatan gandeng KKP-BI-OJK berdayakan nelayan keramba apung

id keramba jaring apung,nelayan pesisir selatan,OJK,KKP,Bank Indonesia

Pesisir Selatan gandeng KKP-BI-OJK berdayakan nelayan keramba apung

Kepala Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Andi Syafinal. (ANTARA / Didi Someldi Putra)

​​​​​​​Painan (ANTARA) - Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memberdayakan nelayan setempat khusus pebudidaya ikan menggunakan keramba jaring apung.

"Melalui kerja sama ini setidaknya akan ada 1.000 keramba jaring apung baru di Pesisir Selatan," kata Kepala Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Andi Syafinal di Painan, Sabtu.

Dia menjelaskan 1.000 keramba jaring apung akan didapat oleh nelayan dengan penyaluran kredit lunak yang bunganya diperkirakan lebih ringan dari kredit usaha rakyat.

Seribu keramba jaring apung akan ditempatkan di tiga lokasi di Pesisir Selatan yang lokasi perairannya tenang dan sebelumnya di lokasi juga sudah ada aktivitas serupa.

Lokasi tersebut yakni perairan Sungai Nipah dan Sungai Bungin di Kecamatan Batang Kapas, serta di perairan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Ia menyebut secara keseluruhan perairan di Pesisir Selatan cukup luas, hal tersebut bisa dilihat dari garis pantai yang mencapai 234 kilometer.

Kendati demikian hanya tiga lokasi itu saja yang dimungkinkan sebagai lokasi budidaya ikan dengan keramba jaring apung karena perairannya tenang.

Selain memudahkan dalam hal mendapatkan keramba jaring apung, kerjasama tersebut juga akan memudahkan nelayan mendapatkan pasokan bibit hingga pemasarannya.

Menurutnya, kerjasama yang akan berdampak positif pada nelayan itu tidak bisa dilepaskan dari peran strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat.

Sejak beberapa tahun terakhir sejumlah nelayan di daerah setempat telah aktif membudidaya ikan kerapu menggunakan keramba apung dengan jumlah keramba mencapai lebih kurang 200 unit.

Ikan kerapu yang mereka budidayakan berjenis bebek dan macan, harganya berkisar dari 100-400 ribu per kilogram, penjualannya menembus pasar-pasar negara Asia seperti Hongkong dan Singapura.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar