Selama 50 tahun terus dilanda banjir, Muzni minta BWSS V normalisasi Batang Suliti di Kampung Tarandam

id Banjir Bandang Solok Selatan,Penyebab Banjir Bandang Solsel,Nasrul Abit,Muzni Zakaria,berita banjir bandang solsel

Selama 50 tahun terus dilanda banjir, Muzni minta BWSS V normalisasi Batang Suliti di Kampung Tarandam

Rapat koordinasi penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. (ANTARA/Humas Solok Selatan)

Padang (ANTARA) - Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, Sumatera Barat, kembali meminta kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V agar membantu proses normalisasi sungai Batang Suliti di daerah Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu, mengingat sejak 50 tahun silam daerah itu selalu dilanda banjir saat hujan deras.

Muzni Zakaria di Padang Aro, Sabtu, mengatakan hal ini sangat diperlukan, agar daerah tersebut bisa terbebas dari banjir yang terus menimpa setiap saat sejak berpuluh-puluh tahun silam.

"Dulu ada rencana pemindahan jalur sungai. Dan Pemkab sudah bebaskan tanahnya sesuai permintaan Balai Sungai. Namun entah kenapa tidak jadi dilakukan. Kemudian solusi kedua dibuatkan dam dari beton, tapi itupun juga belum dilaksanakan," jelasnya

Menurutnya, banjir yang selalu terjadi jika hujan deras tiba dan diperkirakan sudah terjadi sejak 50 tahun silam tersebut, seringkali membuat warga bertanya-tanya apakah tidak ada pihak terkait yang memperhatikan mereka yang tinggal disana

Bahkan dengan nada "mengajak", Bupati minta Balai Sungai untuk membawa serta pihak-pihak terkait di Jakarta untuk datang melihat langsung kondisi sungai yang berada di sebelah pemukiman warga Kampung Tarandam

"Mohon disampaikan agak tajam oleh Balai Sungai ke pusat, dan sekali-kali ajak juga pihak di Jakarta itu untuk datang ke sini," pinta Muzni

Terakhir, Kampung Tarandam yang berada di Nagari Pasar Muaralabuh terendam banjir pada 20, 22, dan 24 November 2019.
Wakil Gubenur Sumatera Barat, Nasrul Abit (kiri) dan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria mengunjungi warga yang terdampak banjir bandang di Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kec. Koto Parik Gadang Diateh, Kab. Solok Selatan. (ANTARA/Humas Pemkab Solok Selatan)
Sementara Wagub Sumbar, Nasrul Abit, meminta pihak Balai Sungai untuk meninjau ulang terkait kebijakan mereka terhadap Batang Suliti yang berada di dekat perkampungan Kampung Tarandam, agar kejadian serupa tidak terus terulang.

Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi warga yang terdampak banjir bandang di Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh serta jembatan Sungai Pangkua yang amblas akibat terjangan arus sungai Batang Suliti, Jumat (29/11).

Dalam kesempatan tersebut Wagub Sumbar menyerahkan bantuan dengan total Rp 635 juta dengan rincian berupa uang sebesar Rp350 dari Pemprov Sumbar, uang sebesar Rp194 juta dari Kementerian Sosial dan bantuan lain berupa rendang senilai Rp 35 juta, beras 26 ton, mi instan 50 dus dan paket BPBD senilau Rp 25 juta.

Nasrul Abit mengatakan upaya mencari bantuan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Kementeria Pekerjaan Umum harus terus diupayakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak akibat longsor.

Ia juga menyebutkan, saat kunjungannya tersebut, masyarakat mengeluhkan sawah dan ladangnya yang tidak lagi bisa dimanfaatkan akibat longsor.

“Masyarakat meminta sawah mereka yang tertimbun dikembalikan sehingga mereka bisa kemballi ke sawah karena itu satu satunya mata pencarian mereka," katanya.

Ia menambahkan, upaya relokasi masyarakat ke arah yang aman perlu negosiasi dengan masyarakat, meski lahan untuk relokasi sudah disediakan oleh nagari.

“Semoga masyarakat mau kita relokasi tetapi ekonominya tetap di sini, mudah-mudahan semua mau direlokasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar