Boyong 17 pemain, PSS Sleman akan hadapi Semen Padang dengan pemain seadanya

id PSS Sleman,liga1,pss vs semen padang

Pelatih kepala PSS Sleman Seto Nurdiantoro (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Kesebelasan PSS Sleman datang dengan pemain seadanya menghadapi Semen Padang dalam lanjutan pekan ke-18 kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion Haji Agus Salim Kota Padang, Sumatera Barat Jumat.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro saat jumpa pers di Padang, Kamis mengatakan timnya datang ke Kota Padang hanya membawa 17 pemain dan sebagian besar pemain inti mengalami cedera.

"Kita saat ini kesulitan untuk merekrut pemain baru dan kondisi pemain cedera dan akumulasi juga cukup banyak," katanya.

Baca juga: Semen Padang kembali tanpa penyerang murni saat jamu PSS Sleman

Menurut dia kehilangan pemain kunci seperti Brian Ferreira dan Kushedya Hari Yudo serta pemain lainnya tentu berdampak bagi permainan tim.

"Selain itu pemain yang kami bawa juga ada yang dalam kondisi tidak fit," katanya.

Ia mengatakan dengan kondisi ini dirinya dan pemain akan berupaya mengoptimalkan pemain yang ada untuk merebut poin di kandang lawan.

Baca juga: Teja Paku Alam akan memperkuat Semen Padang hadapi PSS Sleman

Menurut dia Semen Padang merupakan tim yang bagus, mereka mampu menahan imbang Madura United di kandangnya.

"Mereka tim bagus dan patut kita waspadai," katanya.

Baca juga: Semen Padang datangkan pelatih asal Portugal Eduardo Almeida

Apalagi Semen Padang telah menambah dua amunisi pemain baru yakni Marko Kabiay dan Yu Hyun Koo.

Ia menilai Yuu Hyun Koo mampu memberi kekuatan baru di tubuh Semen Padang saat menghadapi Barito Putra dan itu yang perlu diantisipasi.

"Kita menargetkan mencuri poin di laga ini dan mencoba untuk mencapainya di laga nanti," katanya. (*)

Baca juga: Pemain asing Semen Padang asal Korea Selatan berhasrat jadi WNI

Baca juga: Semen Padang cari penyerang menjelang penutupan jendela transfer

Baca juga: Perkuat lini pertahanan, Semen Padang seleksi pemain asal Brazil Mauricio Leal


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar