Calon haji termuda Solok Selatan calon dokter

id calon dokter,haji,solok selatan,padang,sumbar

Calon haji termuda Solok Selatan calon dokter

Kepala Kantor Kementerian Agama Solok Selatan Syahrul memberikan buku panduan menjalankan ibadah haji kepada jamaah termuda Sylvia Aulia Easi,  di Padang Aro, Jumat. (Antara Sumbar/Erik IA)

Padang Aro, (ANTARA) - Sylvia Aulia Easywarga Pakan Rabaa tercatat sebagai jamaah calon haji termuda dari Kabupaten Solok Selatan, SumateraBarat dengan usia 21 tahun, dan ia merupakan calon dokter.

Orang tua Sylvia yang juga berangkat haji tahun ini Erwin Ali, saat pelepasan Jamaah calon haji di Padang Aro, Jumat mengatakan, anaknya saat ini masih kuliah di Universitas Batam (Uniba) jurusan kedokteran semester enam, dan sedang mempersiapkan proposal untuk skripsi.

"Sylvia sudah kami daftarkan haji semenjak 2011 semenjak ia menempuh pendidikan di kelas satu MTsN dan Alhamdulillah berangkat tahun ini bertepatan juga saat liburan," ujarnya.

Silvya berangkat haji bersama kedua orang tuanya Erwin Ali dan Esi Candraty.

Sedangkan jamaah calon haji tertua dari Solok Selatan atas nama Mayunar yang saat berangkat ini berusia 74 tahun.

Solok Selatan tahun ini memberangkatkan 47 jamaah calon haji kloter empat yang tergabung dengan Kabupaten Solok dan Kota Solok.

Kepala Kantor Kementerian Agama Solok Selatan, Syahrul mengatakan jamaah calon haji kabupaten itu berangkat ke embarkasi Padang pada Selasa (9/7) dan Rabu langsung bertolak ke tanah suci.

Ia mengingatkan supaya jamaah calon haji selalu menjaga kekompakan serta kesehatan selama di tanah suci agar lancar dalam menjalankan ibadah.

"Jamaah calon haji harus membaca panduan dalam menjalankan ibadah dan jangan sampai ada yang terlewatkan," ujarnya.

Selain itu katanya, jamaah calon haji juga harus mengenali petugas kesehatan minimal wajahnya kalau perlu simpan nomor kontaknya agar saat sakit atau demam bisa cepat mendapat pengobatan

Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman mengatakan jamaah calon haji jangan sampai bertengkar selama melaksanakan haji di tanah suci.

Saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci akan ada banyak orang saling bersenggolan dan bisa membangkitkan amarah yang berujung pertengkaran.

"Jamaah harus bisa mengendalikan diri selama menjalankan ibadah dan salah satu caranya dengan berlomba-lomba untuk melayani saudara bukan dilayani," ujarnya.

Selain itu ia mengimbau jamaah calon haji untuk membawa bekal seperlunya dan jangan berlebihan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar