Tim tujuh tertibkan PKL dan bangunan liar di trotoar Kota Payakumbuh

id Penertiban bangunan liar,payakumbuh,sumbar,padang,tim tujuh

Tim tujuh menertibkan bangunan yang menutup trotoar di Jalan Ade Irma Suryani Payakumbuh. (Antara Sumbar/Syafri Ario)

Payakumbuh, (ANTARA) - Tim tujuh Penegak Perda Kota Payakumbuh, SumateraBarat menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan yang berdiri di atas trotoar sebagai tempat berjualan.

"Penertiban dimulai dari Jalan Ade Irma Suryani depan RSUD Dr. Adnaan WD sampai ke Simpang Benteng, dilanjutkan ke depan SMPN 1 Payakumbuh dan Jalan Veteran depan Ibnu Sina," kata Ketua Harian Tim 7 Penegak Perda Payakumbuh, Devitra saat penertiban, Selasa.

Dalam penertiban itu, tim tujuh yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) menyita sejumlah peralatan milikPKL.

"Kita sita gerobak, kursi dan meja PKL untuk memberikan efek jera," ujarnya.

Penertiban tersebut kata Devitra untuk menegakkan Perda Nomor 5 Tahun 2007 dan Perda Nomor 9 Tahun 2010.

"Selain PKL, kita juga membongkar taman dari sebuah cafe yang dibangun di atas trotoar. Ini sebelumnya sudah kita beri peringatan tapi tidak dibongkar juga," kata Devitra.

Ia mengimbau kepada PKL mematuhi Perda tersebut agar tidak menggelar dagangan di trotoar sebagai akses untuk pejalan kaki.

"Mari saling menghormati, berjualan tidak dilarang, tapi berjualanlah di tempat yang tidak dilarang," kata Devitra.

Ia mengatakan ada beberapa titik trotoar di Kota Payakumbuh yang diperbolehkan untuk berdagang bagi PKL.

"Ada toleransi untuk bisa berjualan di sejumlah titik tertentu, seperti di Jalan Sudirman, Jalan Soekarno Hatta di kiri badan jalan," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar