Santiago, (Antara/Xinhua-OANA) - Para pekerja di perusahaan tambang milik negeri di Chile, Codelco --produsen terbesar tembaga di dunia-- pada Jumat (15/3) menolak usul manajemen dan menyerukan pemogokan 24-jam dalam 30 hari ke depan. "Tak ada jalan kembali mengenai pemogokan," kata Raimundo Espinosa, Presiden Federasi Pekerja Tambang Tembaga (FTC). Para pekerja memiliki sejumlah keluhan, mulai dari kekeliruan administrasi manajemen sampai penswastaan sistem perawatan kesehatan pegawai dan pengalih-dayaan tenaga kerja. Mereka juga mengeluh tak diberi hak untuk memberi masukan dalam rencana penataan-kembali markas perusahaan. Setelah sidang luar biasa pada Jumat, FTC menyatakan akan mengadakan pertemuan terpisah dengan masing-masing unit produksi guna membahas perincian mogok kerja 24-jam itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu. Penyelenggara kegiatan mengatakan mereka tak memiliki rencana untuk mengumumkan lebih dulu tanggal pemogokan. Serikat pekerja yang berafiliasi pada FTC telah mengajukan surat kepada Presiden Sebastian Pinera, untuk mendesak dia agar memperbarui sistem pensiun guna menangani keprihatinan utama lain para pekerja tambang. (*/jno)
Berita Terkait
Pemerintah siapkan regulasi tambang rakyat demi cegah praktik peti
Senin, 19 Januari 2026 10:55 Wib
Legislator pastikan penertiban Peti untuk kembalikan hak rakyat
Senin, 19 Januari 2026 10:18 Wib
Anggota DPR RI Andre Rosiade tegaskan penertiban tambang ilegal di Sumbar tidak pandang bulu
Senin, 19 Januari 2026 7:55 Wib
Legislator-Kapolda jamin keamanan lansia korban dugaan tambang ilegal
Senin, 19 Januari 2026 4:24 Wib
Kapolda janji Polri profesional tangani dugaan tambang ilegal Sumbar
Senin, 19 Januari 2026 4:23 Wib
Kejagung: Kasus izin tambang proses penghitungan kerugian negara
Rabu, 14 Januari 2026 16:08 Wib
Sumbar petakan daerah lokasi pertambangan tanpa izin
Rabu, 14 Januari 2026 15:46 Wib
Komnas HAM dalami dugaan persekusi seorang lansia di Sumbar
Rabu, 14 Januari 2026 13:31 Wib
