Masjid Cahaya, masjid yang diidambakan masyarakat KM.2 Sipora

id BUMN Peduli,PLN bangun Masjid,CSR PLN,Mentawai

Seorang warga melintas di depan Mesjid Cahaya di KM.2 Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai (Antara Sumbar/Fandi)

Mentawai (ANTARA) - Dalam rangka safari ramdhan ke Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat menyerahkan secara simbolis satu unit bangunan masjid kepada masyarakat di KM. 2 Tua Pejat.

Pembangunan masjid yang diberi nama Masjid Cahaya bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Muslim di Tua Pejat yang telah lama mendambakan kehadiran rumah ibadah tersebut.

"Alhamdulillah, pembangunan masjid ini telah 100 persen yang artinya telah selesai dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam menjalankan ibadah," Kata Bambang Dwiyanto, GM PLN UIW Sumbar, saat memberikan sambutan dalam rangka serah terima mesjid kepada pengurus, di Mentawai, Selasa.

Ia menjelaskan, masjid tersebut dimulai pembangunannya pada September 2017 mana peletakan batu pertamanya dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Selang waktu tujuh bulan semenjak peletakan batu pertama tersebut, masjid yang dibangun menggunakan pembiayaan yang berasal dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN itu selesai dibangun pada sepekan jelang Ramadhan 1440 hijiriah, dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp987 juta.

"Masjid ini dari awal dibangun pembiayaannya dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN, jadi ini Yayasan mal khusus karyawan PLN seluruh Indonesia yang dipergunakan untuk kemaslahatan umat yang salah satunya pembangunan mesjid ini," katanya.

Bambang berharap, dengan hadirnya Masjid Cahaya di Tua Pejat dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh masyarakat sehingga nantinya akan tercipta generasi muda dari Mentawai yang berhasil dan taat beragama.

"Semoga lelah seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan masjid itu dibalas oleh Allah. Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah mengungkapkan bagi siapa yang membangun masjid di dunia maka nanti akan dibangunkan untuknya rumah di surga. Semoga masyarakat juga dapat memanfaatkan masjid ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Penyerahan CSR PLN (Antara Sumbar/Fandi)


Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan Mesjid Cahaya di Pulau Sipora, Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai itu.

Ia menjelaskan pembangunan masjid itu tidak terlepasa dari jasa Susiana Mutia yang merupakan GM PLN UIW Sumbar sebelumnya.

Wiluyo meminta kepada masyarakat sekitar Masjid Cahaya agar menjaga dan merawat mesjid itu dengan baik serta dapat memanfaatkannya untuk kegiatan keagamaan.

"Saya menitipkan masjid ini kepada masyarakat Sipora. Seperti yang kita ketahui, asjid memiliki peran strategis sebagai tempat peradaban islam dan juga sebagai tempat syiar islam juga sebagai tempat pemberdayaan umat islam," katanya.

Dengan adanya masjid tersebut, Wiluyo berharap masyarakat dapat lebih mudah dalam menjalani ibadah keagamaan, terutama di saat bulan ramadan.

"Doakan kami agar terus dapat melistriki seluruh wilayah di Kabupaten Kepulauan Mentawai, karena masih banyak daerah di Mentawai yang belum mendapat aliran listrik karena sulitnya jangkauan dan banyaknya pulau-pulau yang ada di Mentawai. Tapi kami akan melakukan yang terbaik dan terus berusaha untuk melistriki semua daerah di Mentawai," ujarnya.

Di sisi lain, rasa haru dan ucapan terima kasih disampaikan langsung oleh pengurus Masjid Cahaya, Sohibul Iman. Ia menyampaikan rasa syukur yang teramat sangat karena PLN mampu menjawab keinginan masyarakat Sipora untuk memiliki masjid tersebut.

"Terima kasih kepada PLN karena telah membangun masjid untuk kami. Sampai antusias masyarakat dalam menyambut adanya masjid ini, kami bahkan telah menggunakannya dari awal ramadhan sampai tadi malam padahal belum diresmikan. Alhamdulillah semenjak selesai tidak pernah sepi dan selalu ramai di setiap jam solat," katanya.

Sohibul menjelaskan sejak tahun 2015 dia dan masyarakat telah berkomitmen untuk pembangunan mesjid di daerah sekitar KM.1 sampai 3.

Selama ini masyarakat cukup kesulitan untuk menempuh jarak mesjid yang cukup jauh dari rumah mereka, itu karena hanya ada dua mesjid yang terletak di KM.0 dan KM.4 sehingga ketika waktu salat terutama solat jum'at banyak jama'ah yang akhirnya terlambat.

"Masjid disini hanya ada dua, di KM.0 dekat demaga dan di KM.4 itu jauh ke atas. kalau masyarakat yang ada kendaraan itu mungkin mudah tetapi masyarakat yang tidak punya kedaraan itu kesulitan karena harus mencari tumpangan dahulu, jadi terkadang ada jamaah yang terlambat untuk solat jum'at," ungkapnya.

Namun sekarang, setelah adanya Masjid Cahaya ini masyarkat di sekitar KM.2 dan 3 tidak terlambat lagi dalam menunaikan ibadah, terutama ibadah salat jum'at.

"Bahkan sekarang ada yang dari KM.4 yang solat ke sini dan alhamdulillah ramai." katanya.

Penyerahan Bantuan dan Santunan CSR PLN Peduli

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga penyerahan bantuan oleh Corporate Social Responsiblity (CSR) PLN Peduli. PLN menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp100 juta untuk pembangunan sarang walet di Islamic Center Pulau Siberut yang diserahkan oleh GM PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto kepada pengurus.

Selain itu, PLN juga menyerahkan bantuan senilai Rp30 juta dalam bentuk karpet dan perangkat pengeras suara untuk Masjid Cahaya dan penyerahan bantuan senilai 38 juta untuk depot isi ulang air di Pesantren Hidayatullah.

Pada kesempatan itu, PLN UP3 Padang juga melakukan penyerahan bantuan berupa satu (1) unit sepeda motor keperluan dan urusan dakwah untuk Dai di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang diserahkan oleh Manager PLN UP3 Padang Paris El Hakim kepada salah satu Dai Mentawai.
Penyerahan bantuan dakwah PLN (Antara Sumbar/Fandi)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar