Pengguna transportasi kereta api Sumbar diajak pesan tiket secara daring (Video)

id Kereta api

Petugas sedang memeriksa tiket sejumlah calon penumpang kereta api di Stasiun Simpang Haru Padang, Sumatera Barat. Ke depan pemesanan tiket diarahkan menggunakan aplikasi dari KAI Acces. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)

Padang, (ANTARA) - Masyarakat yang menggunakan jasa transportasi kereta api di Sumatera Barat diajak untuk "bermigrasi" dalam pemesanan tiket menggunakan aplikasi daring atau "online".

"Masyarakat bisa mengunduh aplikasi KAI acces agar lebih mudah dalam pemesanan tiket, tidak perlu antre lagi di loket," kata Manager Operasional, Fasilitas, & Angkutan Penumpang PT. KAI Divre Sumbar, Roeslan di Padang, Rabu.

Ia mengatakan itu saat menyosialisasikan penggunaan aplikasi KAI acces di Stasiun Simpang Haru, Padang.

Roeslan menyebut aplikasi itu sebenarnya telah diluncurkan sejak 2014 dan telah banyak digunakan. Namun di Sumbar aplikasi itu belum terlalu populer.

Berdasarkan data "boarding", pengguna KAI acces di Sumbar sudah ada tetapi jumlahnya belum signifikan. Padahal banyak kemudahan yang bisa didapatkan.

"Dengan menunjukkan e-ticket atau bukti transaksi di menu "Trips", petugas akan segera melakukan proses boarding dengan memindai atau men-scan e-ticket. Mudah," ujarnya.

Dalam kesempatan itu petugas PT KAI mengajak calon penumpang yang berkumpul menunggu keberangkatan kereta untuk mengunduh aplikasi KAI acces.

Mereka yang mengunduh atau telah memiliki aplikasi tersebut sebelumnya, mendapatkan bingkisan menarik dari PT. KAI Sumbar.

Roeslan menambahkan ke depan, PT KAI akan lebih fokus melakukan penjualan tiket melalui daring dan mengurangi cara manual.

Petugas di penjualan tiket manual diarahkan untuk mengantisipasi adanya pembatalan atau perubahan jadwal keberangkatan kereta.

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi murah dan anti macet yang telah menjadi pilihan sebagian masyarakat Sumbar, terutama yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional Minangkabau atau yang ingin berlibur ke Pariaman. (*)



Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar