1.811 siswa SLTP di Padang Pariaman masih laksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil

id ujian nasional berbasis kertas dan pensil,UNKP,UN SLTP Padang Pariaman

Sejumlah siswa SMPN 2 Nan Sabaris, Padang Pariaman, Sumbar mengikuti ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP), Selasa (23/4). (Antara Sumbar / Aadiaat M.S)

Padang Pariaman (ANTARA) - Sebanyak 1.811 siswa atau sekitar 24 persen dari 7.536 siswa SMP dan MTs yang mengikuti ujian nasional tahun 2019 di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, masih menjalankan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

"Hal tersebut karena masih ada sekolah yang kekurangan sarana untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK)," kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Yunendi Eka Suprianto di Padang Pariaman, Selasa.

Ia menyebutkan dari 60 sekolah SMP di daerah itu baru 39 SMP yang melaksanakan UNBK dengan jumlah siswa 4.616 orang sedangkan 21 sekolah masih melaksanakan UNKP dengan jumlah siswa 1.290 orang.

Dari 39 SMP tersebut hanya 13 sekolah yang melaksanakan UNBK secara mandiri sedangkan 26 sekolah bergabung ke SMA yang bisa melaksanakan UNBK.

Sedangkan jumlah MTs di Padang Pariaman mencapai 28 sekolah yang mana 16 sekolah melaksanakan UNBK dengan jumlah siswa 1.109 orang sedangkan sekolah yang melaksanakan UNKP 12 sekolah dengan jumlah siswa 521 orang.

Dari 16 MTs yang melaksanakan UNBK tersebut hanya tiga sekolah yang melaksanakan ujian secara mandiri sedangkan sisanya menumpang ke SMA.

Eka menyampaikan tidak bisanya melaksanakan UNBK tersebut karena kekurangan anggaran untuk melengkapi sarana ujian berbasis komputer itu.

"Siswa sekolahnya sedikit sedangkan biaya untuk pelaksanaan UNBK besar," katanya.

Selain kekurangan anggaran, lanjutnya pelaksanaan UNBK di daerah itu juga terkendala jaringan internet yang masih kurang memadai.

Meskipun baru 39 SMP dan 16 MTs yang baru melaksanakan UNBK di daerah itu pada 2019 namun jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu.

Pada tahun lalu ada 21 SMP sederajat yang melaksanakan UNBK di Padang Pariaman yang mana tiga dari sekolah tersebut melaksanakan secara mandiri.

"Kami terus berupaya agar seluruh sekolah dapat melakanakan UNBK,"

Ia menyampaikan tahun lalu pihaknya mengganggarkan dana APBD Rp1,7 miliar untuk pendidikan sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp2,1 miliar.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar