Januari 2019, tujuh warga Solok Selatan terjangkit DBD

id Demam Berdarah Dengue,Nyamuk Aedes aegypti,DBD di Solok Selatan

.ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/12

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak tujuh warga di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) selama Januari 2019.

"Warga yang menderita penyakit dari gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) di Muaralabuh untuk memperoleh asupan cairan yang cukup untuk mencegah pecahnya pembuluh darah, syok dan dehidrasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, di Padang Aro, Minggu.

Dia mengatakan tujuh kasus DBD yang ditemukan itu cepat diketahui sehingga penanganannya tidak terlambat.

DBD, katanya, merupakan penyakit yang bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian bila terlambat ditangani.

"Selama 2019 belum ada penderita yang dilaporkan meninggal akibat terserang DBD," ujarnya.

Dia menyebutkan, permukiman yang terkena DBD berada di Kecamatan Pauh Duo, tepatnya di Pakan Selasa sebanyak empat orang.

Selanjutnya Muaralabuh Kecamatan Sungai Pagu ada dua orang dan satu orang terdapat di nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir.

Dia mengungkapkan pada 2018 penderita DBD sebanyak 103 orang dan tidak ada yang meninggal.

Untuk kasus warga meninggal akibat DBD pernah terjadi pada 2017 pada seorang penderita di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD).

Sebagai langkah pencegahan agar DBD tidak merebak di Solok Selatan pihaknya, tengah intens memberikan imbauan kepada warga supaya menggalakkan prilaku 3M Plus untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Menurut dia, menghilangkan jentik-jentik nyamuk atau larva itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa.

Jadi, setiap keluarga hendaknya melakukan 3M Plus yaitu, menguras dan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air.

Selanjutnya menggali dan mengubur barang yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

"Prilaku 3M Plus ini akan lebih efektif mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti itu," katanya.

Sedangkan tindakan plusnya kata dia, seperti Menaburkan bubuk larvasida atau yang lebih dikenal dengan bubuk abate. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar