Pemkab Pasaman Barat ajak masyarakat waspada LGBT

id LGBT

Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto saat menggelar rapat bersama FKUB Pasaman Barat dan FKUB Sumbar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (5/12).

Simpang Empat, Sumbar (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) meminta masyarakat waspada perilaku menyimpang lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT).

"LGBT merupakan penyakit dan perilaku menyimpang yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Terutama orang tua harus mengawasi pergaulan anak-anaknya," kata Wakil Bupati Pasaman Barat usai pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama di Simpang Empat, Rabu.

Ia mengatakan informasi LGBT begitu marak beberapa waktu lalu di Pasaman Barat.

Ia meminta setiap pribadi, orang tua dan tokoh-tokoh masyarakat bisa mengontrol lingkungan sekitar terutama para generasi muda.

Ia mengharapkan dengan pertemuan FKUB Pasaman Barat dan FKUB Sumbar ini nantinya bisa di sosialisasikan kepada masyarakat terhadap antisipasi prilaku negatif yg marak saat ini.

"Hal itu perlu disampaikan dalam berbagai kegiatan. Baik disampaikan di dalam kegiatan keagamaan, kegiatan sosial dan lainnya,"ujarnya.

Ia menyebutkan sebagai FKUB dan pejabat pemerintah wajib membuat suatu tindakan tegas terhadap terjadinya LGBT di Pasaman Barat dan menjadi tanggung jawab bersama.

"Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah akan membuat Peraturan Daerah tentang larangan LGBT. Ini perlu pembahasan bersama nantinya," sebutnya.

Ketua FKUB Sumbar Musheppi, mejelaskan perilaku menyimpang ini harus diberantas sedini mungkin.

"Langkah awal secara sosialisasi dan disampaikan disetiap kegiatan keagaamaan juga merupakan antisipasasi terhadap perilaku negatif ini berkembang," ujarnya.

Menurutnya keterlibatan masyarakat harus ditingkatkan dengan memperhatikan lingkungan dan pergaulan yang ada disekitar lingkungan yang ada.

"Mari mewaspadai indikasi hubungan sejenis atau waria dan lesbian agar wilayah kita bersih dari seluruh penyakit masyarakat," harapnya. ***4***
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar