PKS Sumbar gelar lomba kitab kuning berhadiah umrah

id kitab kuning

Lomba baca kitab kuning di Kantor DPW PKS Sumbar Minggu (23/9) (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat bekerja sama dengan Fraksi PKS DPRD Sumbar kembali menggelar lomba baca kitab kuning sebagai rangkaian kegiatan peringatan milad partai ke-20 di Padang, Minggu.

"Lomba ini bertujuan menghidupkan kembali budaya membaca kitab kuning yang merupakan salah satu referensi literatur terutama di kalangan pondok pesantren," kata Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Syafar.

Menurut dia kitab kuning merupakan sumber literatur fiqih, hadis dan lainnya yang ditulis dalam bahasa Arab gundul yang merupakan warisan ulama sejak zaman nabi dan sahabat.

Ia menjelaskan dalam pelaksanaan lomba peserta akan diminta juri membaca kitab kemudian dimilai bacaannya betul, ketepatan terjemah dan pemahaman terhadap apa yang dibaca.

Kitab kuning atau kitab gundul adalah khasanah dan warisan ulama di seluruh dunia dan seluruh yang belajar Islam pada awalnya pasti memakai kitab kuning, lanjut dia.

Menurutnya kitab kuning bukan suatu yang baru bagi PKS karena banyak kader yang tamatan pondok pesantren.

Ia menambahkan pelaksanaan lomba serentak di beberapa provinsi dan pemenang pertama pada masing-masing provinsi akan dikirim mengikuti final ke Jakarta.

Ketua Panitia pelaksana Hamdanus menyebutkan terdapat 41 peserta yang mengikuti lomba baa kitab kuning dan 81 orang untuk tahfiz Quran.

Bagi pemenang lomba baca kitab kuning peringkat pertama akan diikutkan lomba ke tingkat pusat dengan hadiah pertama berupa umrah, sementara untuk juara satu tahfiz bagi putra dan putri juga berhadiah umrah, ujar dia

Kitab yang diperlombakan yaitu Fathul Muin karya Syeikh Ahmad Zainuddin bin Abdul Aziz Al Mabari.

Tampil sebagai pemenang juara I lomba baca kitab kuning Abdurahman dari Pondok Pesantren Ashabul Yamim Lasi Tuo Candung Agam, Juara II Afrianto dari Pesantren Nurul Yaqin, juara III Arif Donal Pesantren Nurul Yaqin,.

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar