Tiga siswa di Agam alergi dan demam setelah diimunisasi Rubella

id imunisasi campak dan rubella,campak dan rubella

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Indra. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak tiga siswa SMPN 3 Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami alergi dan demam tinggi setelah mendapat imunisasi campak dan rubella dari petugas kesehatan Puskesmas setempat, Senin (6/8).

Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMPN 3 Lubukbasung, Deputra Ariandi di Lubukbasung, mengatakan, ketiga siswa itu mengalami alergi satu orang dan demam tinggi dua orang.

Siswa yang mengalami alergi ini terjadi beberapa menit setelah mendapatkan imunisasi itu dan siswa langsung dibawa ke Puskesmas Lubukbasung.

"Imunisasi langsung ditunda oleh petugas. Baru beberapa siswa yang diimunisasi. Saat imunisasi itu, juga ada lima orang tua siswa datang ke sekolah untuk meminta agar anak mereka tidak diberikan imunisasi itu," katanya.

Sementara dua siswa lainnya, tambahnya, mengalami panas tinggi setelah sampai di rumah dan pihak orang tua siswa memberitahukan ke sekolah.

Agar panas badan turun, orang tua siswa diminta untuk membawa ke Puskesmas terdekat.

"Kami meminta orang tua untuk membawa anak mereka ke Puskesmas atau Pustu," tegasnya.

Tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Agam, Indra menambahkan, imunisasi ini tidak ada efek samping demam tinggi. Sementara untuk alergi, katanya, tergantung riwayat apakah mereka mengidap alergi obat apa tidak.

"Kami tidak mengetahui pasti apakah alergi dan demam akibat imunisasi campak dan rubella. Bagi pasien yang mengalami demam, alergi dan lainnya akibat imunisasi ini, segera bawa ke Puskesmas dan biaya berobat ditangung pemerintah," tegasnya.

Ia menambahkan, imunisasi campak rubella di Agam ditunda sampai ada fatwa dari MUI Pusat.

Ini berdasarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Surat itu saya pada Senin (6/8) sekitar pukul 11.00 WIB dan telah disampaikan ke 23 Puskesmas di daerah itu," katanya.

Imunisasi campak dan rubella itu dilaksanakan semenjak 1 Agustus 2018 di seluruh Puskesmas di daerah itu.

Rencana imunisasi itu dengan sasaran sebanyak 135.585 anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun.

Anak sasaran imunisasi itu berasal dari anak tidak sekolah sebanyak 42.145 orang, umur lima sampai enam tahun atau pendidikan PAUD dan TK sebanyak 10.064 orang.

Lalu kelas satu di SD sebanyak 9.409 orang, kelas dua SD sebanyak 8.638 orang, kelas tiga SD sebanyak 9.747 orang, kelas empat SD sebanyak 9.478 orang.

Kemudian kelas lima SD sebanyak 9.658 orang, kelas enam SD sebanyak 9.088 orang, kelas satu SMP sebanyak 8.889 orang, kelas dua SMP sebanyak 8.564 orang dan kelas tiga SMP sebanyak 7.819 orang.

"Mereka tersebar di TK dan PAUD sebanyak 377 unit, SD 583 unit, SMP 116 unit," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar