Sempat buron setahun, mantan bupati Mukomuko dibekuk intel kejaksaan

id penangkapan ,penangkapan mantan bupati mukomuko,Ichwan Yunus

Ilustrasi penangkapan. (AntaraNews/Diasty Surjanto)

Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Tim intelijen kejaksaan berhasil mengamankan Bupati Mukomuko periode 2005-2010 dan 2010-2015, Ichwan Yunus, setelah buron selama satu tahun terkait dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran bantuan keuangan khusus tahun 2012 sebesar Rp1,8 miliar.

"Yang bersangkutan ditangkap di Mall Arion, Jakarta Timur, tadi Selasa pukul 11.50 WIB," kata Direktur Teknologi Informasi Produksi Intelijen pada Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen) Yunan Harjaka di Jakarta, Selasa.

Penangkapan itu dilakukan tim intel Kejagung bersama tim Kejati Bengkulu dan Kejari Mukomuko atas dasar Surat permintaan Kejati Bengkulu Nomor R-775/N.7.1/Dsp.1/11/2017.

Ia juga menjelaskan kasus tersebut merupakan kebijakan bupati pada Sekretariat Daerah Kabupaten Mukomuko. "Selanjutnya mantan bupati itu diterbangkan ke Kejari Mukomuko untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucapnya.

Selain itu, tim intelijen juga mengamankan anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode 2014-2019 Rosna binti Sahidan yang menjadi terpidana korupsi kegiatan koordinasi penanggulangan dan pengentasan kemiskinan pada Bappeda Kabupaten Mukomuko tahun anggaran 2011, 2012, 2013 serta perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran fasilitas kegiatan PKK Kabupaten Mukomuko tahun 2013 dan 2014.

Dasar penangkapan itu berdasarkan putusan MA RI Nomor 341/pid.sus/ 2017 tanggal 5 juli 2017 atas nama Rosyna Binti Syahidan dan Surat permintaan dari Kejaksaan Tinggi Bengkulu Nomor R-775/N.7.1/Dsp.1/11/2017.

Terpidana tersebut diamankan di Jalan Minangkabau Jakarta Selatan pada Selasa (17/7) pukul 14.30 WIB. "Terpidana itu juga sama sudah diterbangkan ke Bengkulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tuturnya.

Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan sampai sekarang sejak Januari 2018 melalui tim Tangkap Buronan (Tabur) 31.1, sudah menangkap 132 orang dari target buron sebanyak 395 orang.

"Bertambah lagi hari ini 2 orang buronan kita amankan," katanya.

Program Tabur 31.1 adalah program untuk 31 kejaksaan tinggi seluruh Indonesia setiap bulannya menangkap satu buron. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar