Di era digital, perilaku belajar masyarakat berubah

id Revolusi Industri 4.0 ,era digital

Ilustrasi - Direktur Utama LKBN ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat (kiri) memberikan kuliah umum di Universitas Andalas (Unand), Padang, SUmatera Barat, Selasa (6/2). Kuliah umum yang diikuti sedikitnya 300-an mahasiswa tersebut bertemakan "Pengembangan media masssa di era digital". (ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/18)

Kalau sebelumnya lebih banyak pada 'paksaan', sekarang lebih pada 'menarik' orang untuk belajar. Sekarang orang ingin belajar apa, bisa langsung ke aplikasi bukan lagi di ruang-ruang kelas
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Perilaku belajar masyarakat di era digital atau era Revolusi Industri 4.0 dewasa ini telah berubah dari sebelumnya cenderung sebagai "paksaan" menjadi upaya "menarik" orang untuk belajar.

"Kalau sebelumnya lebih banyak pada 'paksaan', sekarang lebih pada 'menarik' orang untuk belajar. Sekarang orang ingin belajar apa, bisa langsung ke aplikasi bukan lagi di ruang-ruang kelas," ujar Ketua Pembelajaran dan Pengembangan Prudential Indonesia, Wahyu Wibowo, di Jakarta, Senin.

Melihat perubahan perilaku dalam belajar tersebut, lanjut dia, pihaknya mendirikan PRUuniversity, sebagai platform untuk memperkaya pengetahuan dan mengembangkan kapabilitas karyawan dan tenaga pemasar agar dapat melayani nasabah di seluruh Tanah Air.

"Hal ini juga menandai terjadinya perubahan paradigma dalam belajar di perusahaan ini," kata dia.

Platform itu dapat menghubungkan 2.000 karyawan dan 277.000 Tenaga Pemasar Prudential yang tersebar di 169 kota di Indonesia, menyediakan forum belajar kolaboratif.

Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jens Reisch, mengatakan, PRUuniversity didirikan untuk terus meningkatkan profesionalisme karyawan dan tenaga pemasar secara inovatif, efisien dan relevan, meningkatkan kemampuan mereka agar dapat merespon tuntutan bisnis yang terus berubah-ubah secara cepat.

"Agar mereka dapat semakin sukses dalam kariernya," jelas Jens.

Untuk memastikan agar masyarakat Indonesia mendapatkan perlindungan yang terbaik, literasi keuangan dan kesadaran mengenai pentingnya asuransi jiwa harus terus ditingkatkan. Kurikulumnya juga dirancang agar karyawan dan tenaga pemasar mampu mengedukasi publik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah.

Pihaknya juga menggandeng PPM Majemen yang akan menyelaraskan kurikulum pelatihan yang sudah ada dan meningkatkan kapabilitas internal peserta pelatihan. Kurikulum pelatihan dan sertifikasi Prudential tersedia di tiga lokasi utama di Jakarta, tujuh lokasi di luar Jakarta, dan 54 pusat lisensi yang melayani 409 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar