Ini pasangan yang unggul di Pilkada Padang berdasarkan survei SBLF

id pilkada padang

Direktur Eksekutif Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF) Edo Andrefson (kanan) memaparkan hasil survei pilkada pada tiga kota di Sumbar di Padang, Jumat (22/6). (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi.)

Padang, (Antaranews Sumbar)- Hasil survei lembaga Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF) mengungkap kandidat petahana berpeluang unggul di Pilkada Kota Padang yang akan digelar pada 27 Juni 2018.

"Dari survei terbaru pada pekan pertama Juni 2018 elektabilitas pasangan Emzalmi-Desri Ayunda 31 persen dan Mahyeldi-Hendri Septa 63 persen serta merahasiakan pilihan enam persen," kata Direktur SBLF Riset dan Konsultan Edo Andrefson di Padang, Jumat.

Menurut dia dari 800 responden yang disurvei kandidat petahana Mahyeldi-Hendri Septa unggul di 11 kecamatan yang ada di Padang.

Pada umumnya Mahyeldi unggul telak di perkotaan seperti Kecamatan Padang Utara, Koto Tangah, Lubuk Begalung, kata dia.

Sementara di beberapa kecamatan yang menjadi basis Emzalmi seperti Kuranji, Pauh, Padang Selatan Mahyeldi tetap unggul kendati tipis.

Ia memperkirakan dalam waktu yang tersisa hingga hari pencoblosan peluang terjadinya pergeseran pilihan masyarakat tetap ada namun maksimal hanya 10 persen.

Dari hasil survei terungkap kepastian pilihan calon sudah mencapai 80 persen dengan toleransi tingkat kesalahan 3,4 persen, ujar dia.

Edo menegaskan data yang dikemukakan merupakan gambaran ketika survei dilakukan dengan pertanyaan jika dilakukan pemilihan wali kota hari ini siapa kandidat yang akan dipilih.

"Artinya dapat saja terjadi perubahan atau pergeseran ketika hari pemungutan suara, namun potensi perubahan hanya 10 persen," kata dia.

Ia memaparkan dalam survei pemilihan sampel dilakukan secara acak bertingkat mewakili karakteristik seluruh pemilih.

"Dari survei juga terungkap pemilih di Padang rasional dan pertimbangan utama memilih calon adalah pengalaman dan kapasitas kandidat," katanya.

Pada sisi lain terungkap sebanyak 48 persen pemilih mau menerima uang atau bingkisan dari kandidat.

"Tetapi yang menerima dan bersedia memilih pemberi bingkisan hanya 10,6 persen," ujarnya.

Menurut dia segmentasi warga mau menerima uang ini rata-rata kelas menengah ke bawah dari pendidikan dan pendapatan di wilayah pinggiran dengan karakter penduduk yang homogen.

Kemudian berdasarkan survei terungkap partisipasi pemilih dikhawatirkan rendah hanya sekitar 65 persen dan cukup banyak yang golput.

Belajar dari pilkada Padang 2014 dan Pilkada Gubernur 2015 banyak masyarakat yang tidak memilih karena skeptis, ini perlu menjadi perhatian pemangku kepentingan terkait, ujarnya.

Ia juga mengingatkan celah rawan sebelum hari pencoblosan adalah pada 24 Juni 2018 calon petahana kembali bertugas sebagai kepala daerah.

"Tentu ini bisa jadi celah untuk bermain memobilisasi jajaran birokrasi mendukung calon tertentu atau menggelontorkan bantuan dana," kata dia.

Pilkada Padang 2018 diikuti dua pasang calon yaitu Emzalmi-Desri nomor urut satu yang diusung tujuh partai dan Mahyeldi-Hendri Septa nomor urut dua yang diusung PKS dan PAN.

Emzalmi merupakan Wakil Wali Kota Padang petahana yang berpasangan dengan Mahyeldi pada Pilkada Padang 2014 dan tampil sebagai pemenang. Sedangkan Wakil Emzalmi, Desri Ayunda pada pilkada Padang 2014 juga mencalonkan diri sebagai wali kota berpasangan dengan James Helyward

Sementara Mahyeldi merupakan wali kota petahana yang kembali mencalonkan diri dan berpasangan dengan Ketua DPD PAN Padang Hendri Septa.

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar