Polda sumbar petakan zona rawan kecelakaan

id Kombes Pol Singgamata

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Singgamata. (Antara Sumbar/Mario Sofia Nasution)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat segera melakukan pemetaan zona rawan kecelakaan lalu lintas di provinsi itu.

"Kami telah memerintahkan kepada seluruh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) di seluruh wilayah agar melakukan evaluasi di lokasi terjadinya kecelakaan," kata Direktur Lalu Lantas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata di Padang, Senin.

Ia mengatakan penanganan setiap kecelakaan yang terjadi di provinsi ini dilakukan sesuai standar yang ada seperti penyelamatan korban kecelakaan, identifikasi korban dan identifikasi lokasi kejadian.

Petugas juga diwajibkan melakukan pengkajian penyebab kecelakaan itu terjadi.

"Tidak hanya sampai di situ, para Kasat Lantas juga dituntut untuk menemukan solusi agar jalur tersebut tidak lagi menjadi zona rawan kecelakaan dan kemacetan," ujarnya.

Ia mengatakan apabila jumlah zona rawan kecelakaan dan zona rawan kemacetan dari tahun ke tahun tidak ada perubahan berarti petugas tidak bekerja dengan baik terutama para Kasat Lantas di Polresta dan Polres di Sumbar.

"Kalau mereka bekerja dengan baik tentu jumlah zona rawan kecelakaan dan macet akan terus berkurang karena ada solusi atas kajian kecelakaan yang terjadi di suatu lokasi," katanya.

Ia menyebutkan penyebab kecelakaan memiliki banyak faktor mulai dari kondisi jalan, kondisi pengendara dan kondisi kendaraan berpengaruh terhadap suatu kecelakaan.

"Untuk tekstur jalan di Sumbar memiliki jalan yang berbelok-belok, naik dan turun sehingga menjadi penyebab kecelakaan," kata Singgamata.

Contohnya jalan yang ada di Kelok Sembilan sangat rawan terjadi kecelakaan karena banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi tersebut. Biasanya pengendara yang melewati jalan itu akan mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Ditambah kondisi kelelahan yang dialami pengendara yang berasal dari Pekanbaru menuju Sumatera Barat dan sebaliknya. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi pemerintah agar jalan tersebut dapat bebas hambatan.

"Kita perlu bekerja sama dengan pemerintah daerah menyikapi persoalan ini sehingga jumlah kecelakaan dapat ditekan dari tahun ke tahun," kata dia.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar