Petani Solok Selatan Masih Banyak Menggunakan Bibit Kelapa Sawit Palsu

id bibit kelapa sawit

Ilustrasi - Bibit kelapa sawit. (Antara)

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menduga petani sawit di daerah itu masih banyak yang menggunakan bibit palsu sehingga berimbas pada jumlah produksinya.

"Bila menggunakan bibit palsu hasil produksinya di bawah 50 persen, dan rata-rata hasil produksi sawit masyarakat hanya delapan ton per hektare per tahun, sedangkan maksimalnya bisa 20-25 ton per hektare per tahun," kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Solok Selatan, Wandra di Padang Aro, Jumat.

Dia menyebutkan untuk membedakan bibit palsu dan asli memang sulit, karena semuanya terlihat sama tetapi pada saat panen hasilnya akan berbeda jauh.

Untuk mendapatkan bibit asli atau yang bersertifikat petani sebaiknya langsung membeli ke perusahaan resmi.

Perusahaan yang mengeluarkan bibit bersertifikat katanya, mereka memiliki pohon induk dan diawasi langsung oleh Dirjen Perkebunan.

"Benih asli terdaftar di Dirjen Perkebunan dan dirjen yang melakukan peninjauan layak atau tidaknya pohon benih," katanya.

Sampai sekarang katanya, perusahaan resmi yang memiliki benih sawit bersertifikat baru ada 11 perusahaan dan telah masuk ke Solok Selatan, dan tidak ada di Sumbar.

Dia mengatakan setiap perusahaan penghasil benih sawit bersertifikat ingin melakukan sosialisasi selalu difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Menurut dia, tanaman sawit pada awalnya hanya ditanam oleh perusahaan, tetapi masyarakat sekitar sudah mulai ikut-ikutan membudidayakannya.

"Masyarakat yang menanam ini tidak tahu membeli benih di mana, dan dapat yang palsu sehingga hasilnya tidak maksimal padahal perawatannya sama," ujarnya.

Dia menambahkan sepanjang 2017 pihaknya sudah menyalurkan bantuan bibit sawit sebanyak 14.500 batang untuk tiga kecamatan yaitu Sangir Jujuan, Sangir Batang Hari dan Sangir Balai Janggo beserta pupuk dua ton.

Selain itu juga bantuan kecambah untuk kelompok di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Sangir Jujuan, Sangir sebanyak 14 ribu butir serta pupuk NPK 1,2 ton, kompos 10 ton polibeg 525 kilogram, insektisida herbisida dan alat pertanian.

Periode Januari-Oktober produksi sawit rakyat sebanyak 4.233 ton dengan luas lahan 2.265 hektare. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar