Sijunjung-Dharmasraya, 90 Pebalap Siap Adu Cepat

id #TdS #Pariwisata Sumbar#Etape Sijunjung-Dharmasraya

Salah seorang pebalap Tour de Singkarak (TdS) sempat swafoto dengan pelajar sebelum dimulainya star di Muaro Sijunjung. (bb) (bb)

Muaro (Antara Sumbar) - Memasuki hari ketiga event balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017, Senin (20/11), para pebalap akan terus dijajal kehebatannya mengayuh sepeda.

Kali ini di etape III jalur Sijunjung-Dharmasraya, dari 108 pebalap di etape I saat ini tinggal 90 pebalap di etape III akan saling beradu cepat.

Tour de Singkarak 2017 merupakan salah satu kejuaraan balap sepeda resmi Persatuan Balap Sepeda Internasional / UCI (Union Cycliste Internationale ), diikuti oleh 19 Team dari 35 Negara, akan menempuh 9 Etape, dengan melalui 18 Kabupaten kota dan Propinsi dengan total jarak 1196.2 KM di Sumatera Barat.

Untuk diketahui para pebalap Tds 2017 itu pada etape I dimulai dari Tanah Datar dan berakhir di Padang, etape II dimulai dari Pesisir Selatan dan berakhir di Sawahlunto.

Wakil Bupati, Arrival Boy dalam sambutannya mengatakan, Penyelenggaraan TDS 2017 Etape III Sijunjung adalah dalam rangka mengembangkan dan mempromosikan daerah Sijunjung melalui histori Pariwisata kepada dunia Internasional melalui para atlet dan official balap sepeda tour de singkarak 2017.
Pada etape III 90 pebalap dilepas Wakil Bupati Arrival Boy di depan Gedung Pancasila Muaro Sijunjung pada pukul 10.00 Wib, yang diikuti oleh 19 team dari 35 Negara dengan menempuh jarak dari Sijunjung sejauh 161,3 KM dan akan finish di GOR Kabupaten Dharmasraya, TdS 2017 rute terpanjang adalah Sijunjung-Dharmasraya.

Start di depan gedung Pancasila Muaro lanjut ke jalan Aie Angek-Perkampungan Adat-Tanah Badantung-Kiliranjao dan berakhir di Kabupaten Dharmasraya itu menyuguhkan jalur sprint yang cukup menantang dan melelahkan.

Menariknya di etape ini tidak terdapat jalur tanjakan. Pebalap akan mengayuh sepeda sekencang-kencangnya hingga garis finish. ***
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar