Warga Harapkan Layanan Ojek Daring Tetap Beroperasi

id angkutan daring

Aplikasi angkutan daring.

Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah warga Kota Padang berharap layanan ojek dalam jaringan jaringan (daring) tetap beroperasi karena kehadirannya dinilai bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan transportasi warga kota yang cepat dan efisien.

"Kami berharap layanan ojek daring tidak ditutup karena selama ini keberadaanya banyak membantu, moga ada solusi terbaik dari pemerintah kota Padang terkait tuntutan sopir angkot yang meminta ojek daring ditutup," kata salah seorang warga Padang Lutfi di Padang, Rabu.

Menurutnya, sejak kehadiran ojek daring di Padang banyak kemudahan yang diperoleh warga mulai dari tarif yang jelas, akses lebih mudah dan cepat.

"Kalau ada yang mengatakan kehadiran mereka mengurangi pendapatan sopir angkot yakinlah rezeki itu dari Tuhan dan tidak akan pernah tertukar asal mau berusaha," ujarnya.

Sementara warga Padang lainnya yang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi Novia mengatakan sejak kehadiran layanan ojek daring cukup banyak mahasiswanya yang mencari pendapatan sampingan lewat ojek daring.

"Para mahasiswa itu biasanya hanya meminta uang kepada orang tua, tapi sekarang bisa cari uang sendiri dengan memanfaatkan motor pemberian orang tua, malah ada yang bisa bayar uang kuliah," katanya.

Senada dengan itu salah seorang ibu rumah tangga Reva mengatakan cukup terbantu dengan ojek daring terutama dalam membeli makanan untuk anak-anaknya.

"Dulu kalau anak-anak minta makanan repot, sekarang tinggal pesan saja lewat aplikasi, biayanya juga murah," ujar dia.

Sementara salah seorang wartawan di Padang Noli menilai seharusnya, angkutan umum bisa memperbaiki pelayanan dengan tidak ugal-ugalan dan bersaing secara sehat.

Menuntut ditutupnya ojek daring bukan cara yang tepat karena masyarakat sendiri merasa terbantu dengan kehadirannya, katanya.

Sebelumnya, ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Padang, menuntut angkutan daring ditutup karena membuat penghasilan mereka berkurang.

"Angkutan berbasis daring seperti Go-jek ini mengancam pendapatan kami setiap hari dimana jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkot jauh berkurang," kata salah seorang perwakilan sopir Khairison saat berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumbar.

Menurutnya keberadaan ojek daring berimbas terhadap kondisi keuangan para pemilik dan sopir angkot karena penumpang mereka beralih menggunankan angkutan daring tersebut.

Sedangkan dana yang diinvestasikan setiap bulannya untuk keperluan mobil selalu rutin dikeluarkan bahkan bertambah karena harga suku cadang kendaraan yang terus meningkat.

Pihaknya meminta agar Pemerintah Sumbar dan Pemerintah Kota Padang mengambil langkah tegas untuk menutup kantor Go-jek.

Menyikapi hal itu pemerintah Kota Padang menutup kantor operasional Go-Jek, karena beroperasi tidak mengantongi izin dari pemerintah setempat.

Sekretaris Dinas Perhubungan Padang, Yudi Indra mengatakan Dinas Perhubungan Sumbar telah meminta agar kantor Go-jek ditutup mulai Rabu, dan Dishub sudah langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Ia mengatakan untuk melakukan penutupan atau penyegelan kantor hanya dapat dilakukan oleh Satpol-PP, sehingga ia perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu.

"Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penyegelan, namun penyegelan tetap dilakukan hari ini," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar