Padang, (Antara Sumbar) - Jaringan usaha Minang Mart membuka gerai pertama dengan sistem kemitraan dengan masyarakat di Kelurahan Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat.
"Gerai ini murni milik masyarakat yang bermitra dengan Minang Mart. Ke depan gerai dengan sistem kemitraan ini akan diperbanyak," kata Direktur PT Retail Modren Minang yang mengelola jaringan Minang Mart Syaiful Bakhri saat membuka secara resmi gerai tersebut di Padang, Jumat.
Ia mengatakan dalam bulan ini setidaknya akan ada tiga gerai kemitraan dengan masyarakat yang akan diresmikan di antaranya di Sawahan, Gunung Pangilun, dan Simpang GIA Kota Padang.
"Calon mitra dari Bukittinggi dan Pariaman juga sudah menghubungi," ujarnya.
Menurutnya sistem kemitraan antara gerai milik masyarakat dengan Minang Mart tersebut berkaitan dengan pembinaan anggota, transfer ilmu dan teknologi.
"Nanti gerai milik masyarakat ini kita bina dari sisi bisnis berbasis teknologi informasi,"ujarnya.
Ia menyebut saat sosialisasi Minang Mart beberapa bulan lalu, telah ada sekitar 600 calon mitra yang mendaftar. Namun setelah diverifikasi kembali persyaratannya, baru sekitar 100-an calon mitra yang memenuhi syarat.
"Kita akan fokus untuk yang memenuhi syarat ini dulu," katanya.
Sementara itu pemilik gerai Minang Mart sistem kemitraan di Sungai Lareh Supardi bersama putranya Ahmad Zaki mengatakan usaha yang mereka rintis itu selain untuk bisnis juga bertujuan untuk membantu kemajuan daerah.
"Meski berada di pinggir kota, kami berharap Kelurahan Sungai Lareh bisa maju seperti kelurahan lain di Padang. Ini salah satu usaha," ujarnya.
Ia berharap posisi gerainya yang berada tepat di depan Perumahan Bumi Lareh Permai bisa berefek positif terhadap bisnisnya.
Minang Mart merupakan jaringan usaha yang konsep awalnya bermula dari diskusi Whats Apps (WA) sejumlah tokoh yang peduli dengan kemajuan Sumbar.
Konsep yang dinilai bisa menjadi solusi terhadap tingginya angka inflasi Sumbar itu didukung Pemprov Sumbar yang mendorong tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mewujudkannya.
Tiga BUMD itu masing-masing PT Grafika sebagai pengelola, Bank Nagari sebagai pemberi kredit dan PT. Jamkrida sebagai penjamin kredit.
Dalam perjalanannya PT Grafika kekurangan anggaran untuk mengelola Minang Mart dan membentuk perusahaan join venture yaitu PT Retail Modren Minang untuk mengelola Minang Mart.
Saat ini jaringan usaha tersebut telah memiliki empat gerai di Padang dan satu gerai sistem kemitraan dengan masyarakat. (*)
