Agam Bentuk UPTD Metrologi Layani Tera Ulang

id UPTD, Metrologi, Agam

Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2017 membentuk Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) bidang metrologi untuk melakukan tera ulang timbangan pedagang di daerah itu.

"Kami telah menyiapkan surat keputusan (SK) mengenai pembentukan UPTD bidang metrologi dan UPTD ini sudah eksis pada 2017," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Agam, Muhammad Abril di Lubuk Basung, Senin.

Ia menambahkan pada awal 2017 pihaknya mulai mempersiapkan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapanya (UTTP) dan petugas berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Saat ini, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Agam belum memiliki petugas berstatus ASN.

Untuk itu, pihaknya memberikan peluang kepada ASN yang memiliki ilmu di bidang ini untuk bergabung menjadi petugas tera ulang.

Pembentukan layanan tera ulang timbangan ini berdasarkan Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

"Dengan cara ini maka tera ulang timbangan pedagang bisa dilakukan oleh UPTD tersebut," lanjutnya.

Selama ini, tambahnya, tera ulang timbangan ini melibatkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Metrologi Provinsi Sumbar dan pihak kabupaten hanya sebagai pendamping.

Ini yang dilakukan saat tera ulang timbangan pedagang dilima pasar tradisional yang dilakukan pada 1 sampai 5 Agustus 2016.

Kelima pasar yang menjadi sasaran tera ulang yakni Pasar Tiku di Kecamatan Tanjung Mutiara pada Senin (1/8), Pasar Padang Lua di Kecamatan Banuhampu pada Selasa (2/8).

Kemudian Pasar Inpres Padang Baru di Kecamatan Lubuk Basung pada Rabu (3/8), Pasar Baso di Kecamatan Baso pada Kamis (4/8) dan Pasar Bawan di Kecamatan Ampek Nagari pada Jumat (5/8).

"Tera ulang timbangan ini kami lakukan satu hari penuh untuk satu pasar," katanya.

Anggota DPRD Agam Noveri Edios mendukung pembentukan UPTD dalam melayani tera ulang timbangan tersebut dalam rangka memberikan kenyamanan kepada konsumen.

"Dengan cara maka tera ulang ini bisa dilakukan setiap saat sehingga masyarakat tidak dirugikan nantinya," jelasnya. (*)