Mesuji, Lampung, (AntaraSumbar) - Para pengguna Jalan Lintas Timur Sumatera di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung, mengeluhkan aksi demo warga setempat yang menimbulkan kemacetan total di jalan lintas tersebut.
Para pengguna Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, di Mesuji, Selasa, mengeluhkan aksi demo dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada Senin (28/9).
Ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Reformasi Agraria (AGRA) melakukan aksi demo itu.
Mereka menggelar aksi demo serta konvoi kendaraan di Jalintim Kabupaten Mesuji.
Aksi konvoi yang ramai serta dikawal jajaran Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mesuji tersebut, membuat arus lalu-lintas menjadi macet total.
Dalam aksi demo dengan konvoi kendaraan yang dipimpin Saipul (koordinator lapangan) tersebut menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah.
Petani di wilayah Moromoro itu meminta kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji untuk menghentikan perampasan tanah dan monopoli tanah oleh perkebunan besar, taman nasional dan pertambangan yang telah menyebabkan bencana asap di berbagai daerah, serta menimbulkan kemiskinan yang tersebar luas di seluruh provinsi di Sumatera.
Menurut Sikan (45), salah satu tokoh masyarakat di kawasan Moromoro Register 45, pemerintah daerah diharapkan dapat membagikan tanah bagi buruh tani dan petani miskin dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan hanya perusahaan yang diberi tanah, tapi petani juga perlu tanah untuk kehidupan lebih baik ke depan.
Masyarakat juga meminta kepada pemerintah provinsi dan Pemkab Mesuji untuk menurunkan harga sarana produksi pertanian, bibit, pupuk dan obat obatan, mengingat petani akan bisa sejahtera jika produksi pertanian dinaikkan harganya karena petani sangat menghendaki keidupan yang lebih layak.
Mereka juga menyatakan, saat ini hak pilih dalam pemilu dan pilkada telah diberikan bagi warga Moromoro yang selama 10 tahun sebelumnya diabaikan.
"Kami telah berjuang cukup lama di kawasan ini, akan tetapi masih banyak hak-hak warga Moromoro yang belum diberikan oleh pemerintah, terutama akses pendidikan yang dipersulit, dan hak kesehatan yang masih terabaikan. Tapi kami menggelar aksi ini secara damai dan tertib," kata Ipul pula. (*)
