
Sumbar lanjutkan pembangunan bypass Bukittinggi-Koto Baru atasi macet

Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berencana melanjutkan pembangunan jalan bypass Bukittinggi-Koto Baru sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan di kawasan Pasar Padang Lua atau jalur utama penghubung Kota Bukittinggi dan Kota Padang.
"Usai pertemuan dengan pihak-pihak terkait, kami sepakat mengambil langkah bersama untuk mengatasi kemacetan di Padang Lua. Kami akan menata kembali pasar dan melanjutkan pembangunan bypass
Bukittinggi-Koto Baru," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Sabtu.
Gubernur mengatakan, keputusan melanjutkan pembangunan jalan bypass Bukittinggi-Koto Baru tersebut sekaligus meniadakan opsi sebelumnya yakni pembangunan underpass atau flyover.
Opsi tersebut tidak dilanjutkan sebab dinilai memiliki risiko tinggi baik secara teknis maupun dari segi keselamatan. Apalagi, daerah Padang Lua diketahui berada di zona rawan gempa dan patahan aktif sehingga pembangunan underpass dianggap berbahaya.
Sedangkan pembangunan flyover juga sulit direalisasikan karena posisinya berada di atas jalur rel kereta api dan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak memberikan izin dengan alasan keamanan.
Selain melanjutkan proyek pembangunan bypass Bukittinggi-Koto Baru sebagai solusi jangka panjang yang diyakini dapat memperlancar arus kendaraan antarwilayah, Mahyeldi mengatakan, penataan dan revitalisasi Pasar Padang Lua juga penting dilaksanakan.
"Insya Allah, langkah ini akan mengurai kemacetan dan membuat kawasan Padang Lua lebih tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Agam Benni Warlis menegaskan, kedua solusi yang telah disepakati dalam pertemuan bersama pemerintah provinsi dan pihak-pihak terkait itu amat penting untuk mengatasi permasalahan kemacetan selama ini.
"Revitalisasi pasar penting untuk jangka pendek, sementara bypass jadi solusi jangka panjang agar arus transportasi lebih lancar," ujar Bupati Agam.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Nagari (kepala desa) Padang Lua Jufri menyampaikan, masyarakat setempat sangat berharap solusi permanen mengatasi kemacetan parah di kawasan Padang Lua bisa segera diwujudkan.
Jalan bypass atau ring road sebenarnya sudah pernah direncanakan dan hanya tersisa sekitar 1,2 kilometer lagi yang belum
selesai.
"Kalau bypass ini diteruskan sampai Pasar Aur, kemacetan di Padang Lua bisa diselesaikan tanpa harus membangun underpass atau flyover yang berisiko," ujarnya.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
