Pulau Punjung, (AntaraSumbar) - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mencatat produksi gabah kering panen daerah itu meningkat sebanyak 13,7 persen di 2015, kata pejabat pemerintahan setempat.
"Tahun sebelumnya produksi gabah hanya sekitar 5,4 ton, kini sudah mencapai 7,1 ton perhektare," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Dharmasraya Afdhal JP Tamsin di Pulau Punjung, Selasa.
Menurut dia, dengan memanfaatkan bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh para penyuluh pertanian, petani berhasil meningkatkan produktifitas lahan mereka.
Sedikitnya sebanyak 19 orang PPL dikerahkan untuk menggerakkan penerapan paket teknologi dan membimbing petani untuk mencapi keberhasilan tersebut, lanjutnya.
"Keberhasilan itu tidak lepas dari peranan penyuluh pertanian selama ini," ujar dia.
Peningkatan produksi gabah ini, kata dia, selain akan meningkatkan pendapatan petani juga memantapkan daerah itu sebagai salah satu ketahanan pangan di Sumbar, bahkan nasional.
Selain itu, dukungan jajaran Kodim 0310/SSD dalam memberi motivasi petani, memperlancar jalannya pengelolaan program sampai kepada pengamana juga membantu hal ini, kata dia.
Dia mengatakan, sepanjang 2015 petani menerima bantuan Rp7,2 miliar melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) untuk mengolah lahan, membeli sarana produksi dan keperluan pendukungnya.
"100 unit kelompok tani itu menerima bantuan senilai Rp2,9 juta per hektare," katanya.
Dia memenjelaskan, 100 yang tergabung dalam program GP-PTT yang mana tersebar di lima kecamatan seperti, Sitiung 36 keltan dengan luas tanam padi 859 hektare.
Kemudian, Kecamatan Koto Salak 16 keltan dengan luas tanam 400 hektare, Pulau Punjung 31 keltan dengan luas tanam 784 hektare.
Lalu, Kecamatan Koto Baru sembilan keltan dengan luas tanam 234 hektare dan terakhir Tiumang delapan keltan dengan luas tanam 227 hektare. (cpw12)
