Shanghai, (ANTARA/Reuters) - Perusahaan induk jaringan restoran cepat saji KFC, Yum Brands Inc, meminta maaf kepada pelanggan di Cina atas penanganan masalah penggunaan bahan terlarang untuk mempercepat pertumbuhan ayam. "Kami menyesalkan kecerobohan dalam pemeriksaan internal dan kurangnya komunikasi," kata Direktur Eksekutif Yum Brands, Su Jingshi, dalam akun media sosial Weibo. Yum, yang setengah dari keuntungannya diperoleh dari Cina, mengingatkan pada Senin bahwa penyiaran terburu-buru dari hasil penelitian badan pengawas makanan memukul penjualan di Cina lebih dari yang diperkirakan pada catur wulan keempat 2012. Shanghai Food and Drug Administration menemukan satu dari delapan ayam contoh, yang diteliti, mengandung obat antiviral dalam tingkat mencurigakan. Skandal tersebut mulai terkuak saat stasiun televisi negara China Central Television pada akhir Desember melaporkan bahwa beberapa ayam, yang digunakan KFC dan McDonald Corp, mengandung obat antiviral dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan. Juru bicara Yum mengatakan kepada Reuters pada Kamis bahwa perusahaan itu telah menghentikan kerjasa sama dengan dua penyedia ayam sebelum penyelidikan resmi diumumkan. Penghentian tersebut dilakukan setelah dua uji acak menunjukkan bahwa dua pemasok itu tidak memenuhi standar Yum. Su, di sisi lain, meminta maaf karena perusahaannya tidak secara giat melaporkan uji acak tersebut kepada pemerintah dan juga atas kurangnya keterbukaan. Bagaimana pun juga, keburukan strategi media memukul citra KFC di Cina, tempat merek dari negara barat dianggap lebih aman dan lebih bermutu daripada milik negara sendiri. Keamanan makanan adalah perhatian utama bagi konsumen. "Mereka akhirnya meminta maaf sekarang, namun terlambat. Saya tidak tahu apakah orang lain dapat memaafkan mereka atau tidak, namun yang jelas saya tidak!" kata Jackson Dong di Weibo. Yum, yang mempunyai lebih dari 5.100 restoran di Cina dan operator terbesar restoran barat di negara itu, menarik beberapa produk pada 2005 karena mengandung pewarna "Sudan Red", yang dilarang sebagai bahan makanan karena dapat meningkatkan bahaya kanker. (*/jno)
Berita Terkait
Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Beroperasi Normal, Kini PLN Lanjutkan Pemulihan Distribusi Hingga ke Masyarakat
Minggu, 21 Desember 2025 13:17 Wib
Agam kembali menyala, sistem kelistrikan Sumbar pulih 100% pascabencana
Sabtu, 6 Desember 2025 15:39 Wib
Gubernur Sumbar apresiasi kerja PLN pulihkan listrik pascabencana
Selasa, 2 Desember 2025 15:24 Wib
Wako Fadly Amran diskusi rencana induk smart city dengan tim percepatan pembangunan dan media
Rabu, 29 Oktober 2025 13:29 Wib
PLN Siaga Amankan Pasokan Listrik untuk Rangkaian HAPUA Meetings ke-41
Kamis, 2 Oktober 2025 15:42 Wib
Keandalan listrik jadi kunci, begini kata pelaku usaha tekstil
Jumat, 5 September 2025 10:44 Wib
Bersama Pimpinan Instansi Vertikal, PLN Sumbar hijaukan pesisir Pantai Padang
Minggu, 17 Agustus 2025 7:31 Wib
PLN sukses jaga keandalan listrik tanpa kedip dukung kunjungan Wapres RI di Kota Padang
Kamis, 31 Juli 2025 13:32 Wib
