Perpustakaan Adinegoro Sawahlunto Dikunjungi 3.500 Orang Perbulan

id Perpustakaan Adinegoro Sawahlunto

Sawahlunto, (Antara) - Perpustakaan Adinegoro yang berada di pusat Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, setiap bulannya mendapat kunjungan sebanyak 3.500 orang.

Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan setempat, Adriwan di Sawahlunto, Senin, mengatakan jumlah tersebut berasal dari berbagai segmen pembaca, mulai dari pelajar, mahasiswa sampai umum.

Menurutnya, dengan jumlah total kunjungan sebanyak itu cukup menandakan tingginya minat baca masyarakat kota itu, khususnya kalangan pelajar.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengoleksi sebanyak 33 ribu judul buku dengan berbagai jenis karya tulis dari para pengarang buku dalam dan luar negeri.

"Kesemuanya disebar pada dua gedung perpustakaan, yakni Perpustakaan Adinegoro di kawasan Pasar Remaja, Kecamatan Lembah Segar dan Perpustakaan Muhammad Yamin, yang berada di Kecamatan Talawi," kata dia.

Meskipun diminati, jelasnya, namun sejumlah fasilitas pendukung, seperti kelayakan gedung dan ruang baca, masih membutuhkan perhatian semua pihak.

Karena sejak status pengelolaannya ditingkatkan dari Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) menjadi Kantor Arsip dan Perpustakaan, biaya operasional institusi tersebut nyaris tidak menjadi perhatian oleh pihak pemerintah daerah maupun legislatif.

"Padahal dengan status kota ini sebagai kota tua peninggalan kolonial Belanda dan sudah menjadi salah satu cagar budaya warisan nusantara, tentu banyak menyimpan nilai-nilai sejarah," kata dia.

Selain biaya kebutuhan operasional, alokasi dana juga dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas kearsipan disamping melengkapi sejumlah koleksi buku-buku berkualitas bagi para pembaca yang datang berkunjung.

Kondisi tersebut, cukup menyulitkan pihaknya dalam meningkatkan layanan tak hanya sebagai perpustakaan umum, namun juga bertanggung jawab atas keselamatan arsip dan dokumentasi, khususnya terkait perkembangan kota itu dari masa ke masa.

"Sejauh ini, selain koleksi yang didapat dari pembelian dengan menggunakan dana daerah, kami juga mengandalkan buku-buku sumbangan dari pemerintah pusat dan para pihak lainnya yang peduli dengan perkembangan bidang kepustakaan dengan jumlah yang sangat sedikit di kota ini," ujar dia.

Disamping itu, lanjutnya, untuk tahun 2015 ia beserta jajarannya mencoba membangun sistem katalog elektronik, dengan memanfaatkan peralatan bantuan pemerintah pusat.

Hal itu guna memudahkan para pihak terkait serta pengunjung mendapatkan informasi tentang koleksi buku yang dimiliki perpustakaan itu.

Pihaknya berharap perkembangan dua gedung pustaka ini bisa mendapatkan perhatian karena posisinya sebagai monumen sejarah yang melibatkan tokoh-tokoh nasional.

"Nama besar Muhammad Yamin dan Adinegoro sebagai putra-putra terbaik bangsa kelahiran Sawahlunto, perlu dilestarikan dengan meneruskan perjuangannya dalam mencerdaskan bangsa ini, " kata dia.(*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.