TSR Pemkot Pariaman Kunjungi Masjid Raya Taratak

id TSR, Pemkot, Pariaman

Pariaman, (AntaraSumbar) - Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Kota Pariaman mengunjungi Masjid Raya Taratak yang terletak di Kecamatan Pariaman Tengah.

Dalam kunjunganya, tim safari yang diketuai oleh Ketua Pengadilan Negeri Pariaman, Jon Effereddi yang wakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, Efendi Jamal menyebutkan tujuan utama dilaksanaknya untuk mempererat tali silaturahmi pemerintahan dengan masyarakat setempat.

"Selain bersilaturahmi, kami juga menyampaikan pesan terkait pembangunan yang dilaksanakan dan akan dilaksanakan di Pariaman," katanya.

Untuk menjalankan dan memajukan dunia pariwisata di daerah itu, pemerintah setempat bertekad menyelaraskanya dengan nilai-nilai keagamaan.

"Pariwisata kita yang mulai tumbuh dan berkembang harus dijaga, oleh karena itu kita perlu merawat dan tentunya tanpa menghilangkan nilai-nilai keagamaan," ucapnya.

Dalam penyampainya, ia menjelaskan kepada masyarakat setempat agar selalu bersahaja dengan para wisatawan yang datang berkunjung.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat setempat untuk bisa memanfaatkan potensi yang ada, seperti menjual makanan, minuman, cinderamata, dan hal lainya yang bisa mendatangkan pendapatan.

"Miniatur tabuik, penyu, gantungan kunci, kuliner seperti sate, es kelapa muda, sala, nasi sek dan lainya merupakan sesuatu yang bisa kita jual serta dipasarkan kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung," tambahnya.

Ia meneruskan, dalam satu hari daerah itu dikunjungi hingga 3000 orang ke berbagai objek wisata yang ada. Namun jumlah pengunjung akan meningkat drastis pada hari Sabtu dan Minggu yang bisa mencapai 5.000 pengunjung.

Ia berharap, dengan meningkatnya jumlah wisatawan masyarakat setempat mampu memanfaatkan secara maksimal.

Namun ia juga menyayangkan masih ada pedagang yang menjual makanan dan minuman dengan harga yang tidak wajar.

"Saya sudah beberapa kali menerima laporan bahwa ada laporan pedagang yang merasa dibohongi dengan harga yang tidak wajar. Es kelapa muda saja dijual dengan harga Rp15.000, air mineral Rp8.000 ini sudah tidak wajar," jelasnya.

Ia mengajak masyarakat setempat agar bisa menyesuaikan harga yang relatif sama dengan harga di pasaran agar pengunjung merasa tidak dirugikan.

Pada akhir acara tim safari ramadhan menyerahkan bantuan dari Bank Nagari berupa Al Quran kepada pengurus masjid. (cpw11)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.