Jakarta, (Antara) - Kementerian Agama sedang menelusuri kasus tiga madrasah ibtidaiyah juara Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten Semarang yang terganjal tidak dapat maju ke tingkat provinsi. "Kemenag lagi telusuri kasus tiga madrasah ibtidaiyah yang berhasil juarai Olimpiade Sains Nasional (OSN) tapi tak bisa maju ke tingkat berikutnya," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin lewat akun Twitter resminya yang dipantau dari Jakarta, Selasa. Sebelumnya, tiga MI juara OSN tidak bisa maju ke tingkat provinsi meski umumnya para juara naik ke level berikutnya jika menjadi pemenang lomba tersebut. Ketiga MI itu adalah MI Al Bidayah dari Desa Candi, Bandungan yang menjadi juara pertama mata pelajaran (mapel) matematika, MI Wonokasihan, Jambu menjadi juara pertama mapel IPA dan MI Kalirejo, Ungaran Timur merebut juara ketiga mapel IPA. Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang beralasan petunjuk teknis dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar menyatakan bahwa OSN tingkat provinsi hanya untuk sekolah dasar (SD). Dengan dasar itu, ketiga MI tidak dapat melanjutkan lomba ke tingkat selanjutnya. Lebih lanjut, otoritas pendidikan Kabupaten Semarang itu menyebutkan kontestan OSN dari MI hanya berhenti pada tingkat kabupaten. Direktur Pendidikan Madrasah M Nur Kholis Setiawan lewat laman kemenag.go.id meminta siswa-siswa madrasah untuk tetap bersemangat dan tidak patah arang. Menurut dia, masih banyak jalan untuk berprestasi. "Tetap tidak patah semangat. Banyak jalan untuk membuktikan prestasi," kata dia. Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenma) sendiri, kata Nur Kholis, menggelar ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) untuk siswa MI, MTS dan MA setiap tahun dari tingkat kabupaten/kota, provinsi sampai nasional. "Itulah mengapa Ditpenma menyelenggarakan KSM. Kasus itu bukan kali sekarang, dari dulu banyak terjadi," kata dia. Ke depan, Nur Kholis berharap terdapat upaya sinergis aparatur Kemenag kabupaten/kota dan provinsi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Menurut dia, komunikasi yang intens mutlak diperlukan agar kasus di Kabupaten Semarang tidak terulang. (*/sun)
Berita Terkait
Ekspedisi Buru Telusuri Sejarah, Budaya, dan Ekowisata Kaiely--Masarete
Rabu, 1 Oktober 2025 8:00 Wib
Polisi telusuri rekaman CCTV buru pembuang jasad bayi dalam karung di Cipayung
Kamis, 31 Juli 2025 9:06 Wib
Ombudsman Sumbar telusuri penanganan medis di RSUD Padang
Sabtu, 31 Mei 2025 19:18 Wib
BKSDA Sumbar telusuri pengirim tengkorak rusa ilegal via bandara
Minggu, 30 Maret 2025 17:02 Wib
BKSDA telusuri video diduga pendaki liar naiki Gunung Marapi
Kamis, 23 Januari 2025 18:49 Wib
BNN telusuri dugaan TPPU pengungkapan kasus narkotika di Sumbar
Jumat, 18 Oktober 2024 14:26 Wib
LPAI telusuri dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Agam
Selasa, 30 Juli 2024 16:02 Wib
LPAI telusuri kasus kematian pelajar di Padang diduga dianiaya polisi
Senin, 8 Juli 2024 16:20 Wib
