MAKAM PAHLAWAN SITUJUAH

id MAKAM PAHLAWAN SITUJUAH

 MAKAM PAHLAWAN SITUJUAH

Makam dan tugu pahlawan situjuah batur terletak 11 Km dari Kota Payakumbuh. Nagari ini akan selalu dikenang dan dikunjungi setiap tahun, karena pada tanggal 15 Januari 1949, terjadi suatu peristiwa sejarah dalam perjuangan rakyat Sumatera tengah dalam mempertahankan kemerdekaan indonesia. Objek wisata sejarah ini berada pada lokasi yang sangat indah dan tersembunyi, yaitu sebuah lembah (lurah kincir) yang subur. Pada masa perjuangan dulu terdapat sebuah kincir dan surau kecil yang digunakan sebagai tempat rapat oleh para pejuang.Makam dan Tugu Pahlawan Situjuh Batur terletak 11 km dari kota Payakumbuh, terletak di nagari yang subur dengan penduduk yang ramah tamah. Nagari ini akan selalu dikenang dan dikunjungi setiap tahunnya oleh pemerintah maupun masyarakat. Objek wisata sejarah ini berada dilokasi yang sangat indah dan tersembunyi, yaitu pada sebuah lurah (lembah) yang subur. Pada masa perjuangan dulu terdapat sebuah kincir dan surau kecil yang digunakan sebagai tempat rapat oleh para pejuang. Pada malam tanggal 14 Januari 1949 diselenggarakan rapat pimpinan perjuangan yang dipimpin Chatib Sulaiman, Ketua Laskar Pertahanan Rakyat Sumatera Tengah. Setelah menghasilkan keputusan penting, para pejuang beristirahat menunggu shalat Subuh di surau itu dan sebagian lagi menuju ketempat masing-masing. Pada jam 05.50 WIB tanggal 15 Januari 1949, secara tiba-tiba pasukan Belanda menggempur dari atas tebing, sehingga banyak pejuang yang gugur dan 9 orang diantaranya dimakamkan ditempat kejadian dan yang lainnya dimakamkan di Situjuh Gadang. Untuk menghormati para pejuang dan mengenang peristiwa bersejarah ini, dibangunlah sebuah monumen perjuangan di Lurah Kincir dan sebuah tugu pahlawan di pasar Situjuh Batur. Nama-nama pejuang yang gugur dalam Peristiwa Situjuh ini tertera pada gerbang Mesjid Pahlawan Situjuh Batur.