Jakarta, (Antara) - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mendukung pelibatan pihak asing untuk menjalankan program konversi bahan bakar gas dalam rangka penghematan bahan bakar minyak dengan cara membangun stasiun pengisian bahan bakar gas atau SPBG. "Misalkan Pertamina dan Shell akan membangun SPBG agar pengisian mudah," kata Jonan saat diskusi dengan wartawan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu. Upaya tersebut, menurut Jonan, merupakan dukungan dari operator dalam hal penyediaan infrastruktur untuk kampanye penggunaan bahan bakar gas (BBG). Selain itu, Jonan menilai usulan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dewan Energi Nasional (DEN) tersebut harus dibahas secara bersama-sama, melalui diskusi yang lebih konkret dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian. "Kita harus duduk bersama baik dalam bentuk 'focus group discussion' atau apa, bahas yang lebih konkret antara Kemenkeu, Kemenhub, (Kementerian) Perindustrian dan (Kementerian) ESDM," katanya. Dia menjelaskan masing-masing kementerian memiliki peran, misalnya Kementerian Perindustrian memanggil para pelaku industri otomotif atau agen tunggal pemegang merk (ATPM) untuk menerapkan dua jenis bahan bakar berbeda atau "dual fuel" yang terdiri dari BBM dan BBG dalam satu kendaraan. "Misal, mesin diesel lima persen pakai biofuel, kalau mesinnya tidak didesain untuk itu, bahaya. Ini pembicaraannya panjang," tambahnya. Namun, ia mengimbau agar dorongan penggunaan BBG tersebut didukung stimulus, seperti pemberian insentif dan pajak agar para pelaku usaha bergairah mendukung program tersebut, seperti pemberian insentif jika memasang tabung BBG selama lima tahun. Selain itu, juga harus ditegaskan dengan pembuatan regulasi yang kuat. "Tidak bisa sendirian, regulasi harus selalu diterapkan," katanya. Infrastruktur BBG yang telah dibangun oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM ada 16 SPBG CNG dan tiga ruas pipa distribusi, pembangunan empat SPBG di Palembang (2011), empat SPBG di Jawa Timur (2012), dua SPBG di Balikpapan (2013), tiga SPBG di Jabodetabek (2013), dan tiga ruas pipa distribusi di Jabodetabek (2013). Selain pembangunan SPBG dan infrastruktur pendukungnya, telah pula dibangun dua unit bengkel percontohan kendaraan BBG satu bengkel di Gresik (2012) dan pembangunan satu bengkel di Jakarta (2012). Pemerintah telah pula memasangkan konverter kit sebanyak 1.950 untuk CNG dan 1.550 untuk LGV pada 2010, 200 CNG dan 300 LGV (2011), kemudian 500 CNG dan 500 LGV (2012), serta pemasangan 1.250 CNG dan 750 LGV pada 2013. (*/jno)
Berita Terkait
Pulihkan ekologi pascabencana, PT Semen Padang serahkan 10 ribu bibit kaliandra dukung gerakan sejuta pohon
Jumat, 23 Januari 2026 20:15 Wib
Dukung pembangunan flyover, Pj Sekda Padang bahas pembebasan lahan Sitinjau Lauik
Jumat, 23 Januari 2026 13:56 Wib
RI terus pantau WNI anak yang ditahan di Yordania akibat dukung ISIS
Rabu, 14 Januari 2026 15:13 Wib
Spesialis Gizi: Food genomics bisa dukung perbaikan tren kesehatan
Minggu, 11 Januari 2026 11:13 Wib
Dukung Sumbar Bangkit Pascabencana, SIG Group dan 11 Distributor Bantu 10.000 Zak Semen
Sabtu, 10 Januari 2026 4:51 Wib
Terkait Piala Dunia 2026, ANTARA dukung penuh penayangan oleh TVRI
Jumat, 9 Januari 2026 19:45 Wib
Menyongsong tahun 2026, Sekjen Kementerian ATR/BPN ajak jajaran kerja bersama dukung program kerja
Selasa, 6 Januari 2026 15:21 Wib
BNPB siapkan tenda peleton dukung pembelajaran di Aceh, Sumbar, dan Sumut
Jumat, 2 Januari 2026 20:47 Wib
