DPRD: Dishutbun Siaga di Titik Rawan Pembalakan
Kamis, 31 Oktober 2013 17:23 WIB
Lubukbasung, (Antara) - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam meminta kepada Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat siaga penuh di titik rawan penebangan liar.
"Kami meminta siaga penuh di titik rawan penebangan liar seperti Kecamatan Ampek Nagari, Palupuh dan Lubukbasung," kata Anggota Komisi III Bidang Pembangunan dan Lingkungan DPRD Kabupaten Agam Fauzi di Lubukbasung, Kamis (31/10).
Dia juga meminta Dishutbun menertibkan tempat pemotong kayu atau sawmiil yang belum berizin.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Agam Daswilzar mengatakan, Polisi Kehutanan terus melakukan patroli setiap saat di daerah rawan penembangan liar tersebut.
Dia menyebutkan, Polhut bersiaga setiap malam sebanyak dua orang di posko utama di Kecamatan Lubukbasung dan posko kedua di Kecamatan Ampek Koto.
"Apabila mereka menerima laporan ada pembalakan liar, maka mereka langsung menuju lokasi," katanya.
Ia mengakui, saat ini personel Polisi Kehutanan Kabupaten Agam masih kurang sebanyak 17 orang dengan rincian sembilan orang di posko utama dan delapan orang di posko dua.
"Idealnya setiap kabupaten memiliki 34 personel dan untuk mengatasi kekurangan ini, kita setiap tahun mengajukan ke BKD Kabupaten Agam," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan, pada tahun 2013 sebanyak 13 kasus pembalakan liar di Kabupaten Agam dengan jumlah kayu yang diamankan sebanyak 34 meter kubik.
Selain itu, tiga unit mesin pemotong kayu (sinsaw) dan truk satu unit. Saat ini barang bukti diamankan di Mako Polres Agam dan Kantor Dishutbun Kabupaten Agam. (**/ari/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018