Ikan rinuak langka di Danau Maninjau Agam dampak air tercemar
Senin, 3 April 2023 15:56 WIB
Nelayan sedang membersihkan ikan rinuak hasil tangkapan. Dok Antara/Yusrizal
Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan ikan rinuak langka di Danau Maninjau semenjak beberapa bulan lalu akibat kondisi air danau vulkanik itu tercemar.
"Ikan rinuak langka dan tidak ada hasil tangkapan dari nelayan di Danau Maninjau. Ini berdasarkan hasil pantauan kami di sekitar danau tersebut," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira di Lubukbasung, Senin.
Ia mengatakan, ikan rinuak ini langka semenjak akhir 2022 akibat kondisi air danau tercemar setelah angin kencang disertai curah hujan tinggi.
Dengan kondisi itu, kadar oksigen berkurang di dalam Danau Maninjau, sehingga ikan mengalami mati massal.
"Tidak ikan keramba jaring apung saja yang mati, ikan endemik juga mati, sehingga nelayan kesulitan mendapatkan hasil tangkapan," katanya.
Ia menambahkan, ikan rinuak tersebut bakal muncul beberapa bulan kedepan, sehingga hasil tangkapan nelayan kembali banyak.
Kondisi itu, tambahnya, pernah terjadi pada 2016-2017, sehingga ikan langka untuk beberapa bulan dan setelah itu muncul lagi.
"Saat ini ikan rinuak berada di aliran sungai di sekitar danau untuk mencari air yang bersih," katanya.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Serikat Lubukbasung Garagahan, Yuliati menambahkan hasil tangkapan ikan rinuak tidak ada lagi, sehingga pedagang tidak mendapatkan ikan untuk dijual.
"Kondisi ini sudah terjadi semenjak beberapa bulan lalu dan saya tidak pernah mendapatkan ikan rinuak dari nelayan," katanya.
Sebelumnya, ia menjual ikan rinuak dengan harga Rp40 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram dan kondisi itu ikan sudah mulai langka.
Untuk kondisi normal dengan harga Rp20 ribu per kilogram.
"Ikan rinuak langka dan tidak ada hasil tangkapan dari nelayan di Danau Maninjau. Ini berdasarkan hasil pantauan kami di sekitar danau tersebut," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira di Lubukbasung, Senin.
Ia mengatakan, ikan rinuak ini langka semenjak akhir 2022 akibat kondisi air danau tercemar setelah angin kencang disertai curah hujan tinggi.
Dengan kondisi itu, kadar oksigen berkurang di dalam Danau Maninjau, sehingga ikan mengalami mati massal.
"Tidak ikan keramba jaring apung saja yang mati, ikan endemik juga mati, sehingga nelayan kesulitan mendapatkan hasil tangkapan," katanya.
Ia menambahkan, ikan rinuak tersebut bakal muncul beberapa bulan kedepan, sehingga hasil tangkapan nelayan kembali banyak.
Kondisi itu, tambahnya, pernah terjadi pada 2016-2017, sehingga ikan langka untuk beberapa bulan dan setelah itu muncul lagi.
"Saat ini ikan rinuak berada di aliran sungai di sekitar danau untuk mencari air yang bersih," katanya.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Serikat Lubukbasung Garagahan, Yuliati menambahkan hasil tangkapan ikan rinuak tidak ada lagi, sehingga pedagang tidak mendapatkan ikan untuk dijual.
"Kondisi ini sudah terjadi semenjak beberapa bulan lalu dan saya tidak pernah mendapatkan ikan rinuak dari nelayan," katanya.
Sebelumnya, ia menjual ikan rinuak dengan harga Rp40 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram dan kondisi itu ikan sudah mulai langka.
Untuk kondisi normal dengan harga Rp20 ribu per kilogram.
Pewarta : Yusrizal
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelaku UKM Agam kesulitan cari ikan rinuak dampak langka di Danau Maninjau
29 September 2023 15:40 WIB, 2023
Tim pengabdian masyarakat UNP berikan pendampingan cegah stunting di Nagari Bayua
26 July 2022 16:45 WIB, 2022
Pasca ikan mati massal, hasil tangkapan rinuak di Danau Maninjau meningkat
29 December 2021 14:53 WIB, 2021
Tangkap nelayan di Danau Maninjau "melimpah", harga ikan rinuak anjok dari Rp100 ribu menjadi Rp20 ribu
28 April 2021 17:09 WIB, 2021
Nelayan ditemukan meninggal dunia di Danau Maninjau saat mencari rinuak
25 July 2020 14:04 WIB, 2020