Gara-gara jengkol, petani di Lampung Timur rela menginap di kebun
Kamis, 1 Agustus 2019 8:29 WIB
Petani jengkol tengah mempersiapkan diri untuk menginap di ladang untuk menjaga pohon jengkol di Desa Maringgai, Labuhan Maringgai, Lampung Timur. (Foto: Antaralampung.com/Ruth Intan)
Lampung Timur (ANTARA) - Petani jengkol Desa Maringgai, Lampung Timur, rela menginap di ladang untuk menjaga buah jengkol yang akan dipanen dalam beberapa hari ke depan.
"Saya dan sejumlah petani jengkol rela menginap di ladang saat musim seperti ini, karena takut jengkol yang sudah tua dan siap panen hilang," kata Ayu, petani jengkol setempat, Kamis.
Ketakutan petani jengkol untuk meninggalkan ladang jengkol pada malam dan pagi hari, karena banyaknya buah jengkol siap panen yang habis dimakan oleh kelelawar dan digasak pencuri.
"Saya takut buah jengkol yang siap dipanen ini hilang dimakan kelelawar atau dipanen orang, jadi lebih baik saya beserta suami dan saudara menginap di ladang", katanya.
Selain dengan cara menginap di ladang, petani jengkol juga mengantisipasi kerugian akibat gagal panen dengan cara memasang jaring di sekitar pohon jengkol.
"Supaya tidak rugi seperti panen sebelumnya saya pasang jaring di sekeliling pohon jengkol supaya kelelawar tersangkut dan tidak makan buah jengkol," ujar Ayu.
Hal yang sama dikatakan oleh Saparudin, salah seorang petani jengkol. Panen jengkol saat ini berbeda-beda tiap ladang, meskipun harga normal Rp25.000 per kilogram.
"Akan tetapi kita takut juga kalau seperti ladang sebelah yang rugi hingga Rp7 juta akibat dicuri orang dan dimakan kelelawar," katanya.
Menurutnya, bila harga jengkol jauh lebih tinggi lagi daripada saat ini, akan lebih banyak lagi petani jengkol yang rela meninggalkan rumahnya dan menginap di ladang bersama keluarga.
"Kalau harga naik, banyak sekali petani yang pindah rumah ke ladang dengan membawa kasur, membawa lampu dan mengajak keluarga hanya untuk menjaga pohon jengkol yang terdiri dari 15 hingga 25 batang," kata Saparudin.
"Saya dan sejumlah petani jengkol rela menginap di ladang saat musim seperti ini, karena takut jengkol yang sudah tua dan siap panen hilang," kata Ayu, petani jengkol setempat, Kamis.
Ketakutan petani jengkol untuk meninggalkan ladang jengkol pada malam dan pagi hari, karena banyaknya buah jengkol siap panen yang habis dimakan oleh kelelawar dan digasak pencuri.
"Saya takut buah jengkol yang siap dipanen ini hilang dimakan kelelawar atau dipanen orang, jadi lebih baik saya beserta suami dan saudara menginap di ladang", katanya.
Selain dengan cara menginap di ladang, petani jengkol juga mengantisipasi kerugian akibat gagal panen dengan cara memasang jaring di sekitar pohon jengkol.
"Supaya tidak rugi seperti panen sebelumnya saya pasang jaring di sekeliling pohon jengkol supaya kelelawar tersangkut dan tidak makan buah jengkol," ujar Ayu.
Hal yang sama dikatakan oleh Saparudin, salah seorang petani jengkol. Panen jengkol saat ini berbeda-beda tiap ladang, meskipun harga normal Rp25.000 per kilogram.
"Akan tetapi kita takut juga kalau seperti ladang sebelah yang rugi hingga Rp7 juta akibat dicuri orang dan dimakan kelelawar," katanya.
Menurutnya, bila harga jengkol jauh lebih tinggi lagi daripada saat ini, akan lebih banyak lagi petani jengkol yang rela meninggalkan rumahnya dan menginap di ladang bersama keluarga.
"Kalau harga naik, banyak sekali petani yang pindah rumah ke ladang dengan membawa kasur, membawa lampu dan mengajak keluarga hanya untuk menjaga pohon jengkol yang terdiri dari 15 hingga 25 batang," kata Saparudin.
Pewarta : Edy Supriyadi/Ruth Intan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanah Datar siapkan 2.000 hektare lahan kembangkan bawang merah, cabai, dan jengkol
05 October 2021 10:12 WIB, 2021
Inflasi Sumbar Mei 2021 0,19 persen, tiket pesawat dan jengkol jadi penyumbangnya
02 June 2021 14:34 WIB, 2021
Jengkol penyumbang inflasi, petai pemicu deflasi di Sumbar April 2021, berdasarkan catatan BPS
03 May 2021 16:09 WIB, 2021
Rekreasi dan jengkol jadi penyumbang inflasi di Sumbar pada awal 2021
01 February 2021 17:50 WIB, 2021
Pesisir Selatan kembangkan 2.000 batang bibit jengkol terenak se-Indonesia
19 September 2019 9:52 WIB, 2019
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB