Pesisir Selatan kembangkan 2.000 batang bibit jengkol terenak se-Indonesia

id jengkol terenak,berita pesisir selatan,berita sumbar,peisisr selatan terkini,sumbar terkini

Pesisir Selatan kembangkan 2.000 batang bibit jengkol terenak se-Indonesia

Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan. (ANTARA/Didi Someldi Putra)

Painan, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat akan mengembangkan 2.000 batang bibit jengkol terenak yang berasal dari indukan bersertifikasi yang tumbuh di daerah setempat.

"Pada 2020 kami akan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan itu, dan secara berkelanjutan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan sebagai upaya mempertahankan varietas jengkol tersebut," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Nuzirwan di Painan, Kamis.

Ia menjelaskan berdasarkan penelitian Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Aripan Sumatera Barat pada 2018 diketahui terdapat dua varietas jengkol unggul di daerah setempat yakni Bareh dan Lokan.

Kedua varietas itu diklaim sebagai jengkol terenak se-Indonesia karena keduanya menghasilkan buah jengkol yang memiliki kadar amilosa rendah dibanding jengkol lainnya.

Kadar amilosa yang rendah ini membuat pengosumsinya berisiko kecil mengalami sakit perut serta daging buahnya lebih renyah.

Kendati demikian lanjutnya, khusus indukan varietas Lokan hanya ada satu batang dan indukan varietas Bareh dua batang.

Ia mengatakan ketiga tanaman jengkol tumbuh di perbukitan di Kampung Gunung Pungguk, Nagari Tanah Bakali Air Pura, lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari jalan lintas sumatera ruas Padang-Bengkulu.

"Kami bersyukur pemilik ketiga indukan jengkol tersebut Amirudin (61) mendukung penuh kegiatan yang nantinya akan kami laksanakan," katanya lagi.

Sementara itu, Amirudin (61) menyebutkan semenjak Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Aripan Sumatera Barat mengeluarkan hasil penelitiannya, harga kedua buah jengkol itu melonjak hingga 300 persen.

"Sebelumnya harga per karung hanya Rp500 ribu namun semenjak hasil peneletian dikeluarkan harganya melonjak jadi Rp1,5 juta," kata dia.

Kendati harganya mahal, ia mengaku jengkolnya tetap laris manis bahkan ada yang sudah memesan disaat tanaman jengkolnya baru memasuki fase berbunga. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar