Delapan Nagari Mandiri Pangan di Agam Dapat Bantuan Bibit

id Bantuan bibit agam,jengkol agam,durian agam

Delapan Nagari Mandiri Pangan di Agam Dapat Bantuan Bibit

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Ermanto. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubuk Basung (ANTARA) - Sebanyak delapan nagari atau desa adat mandiri pangan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mendapatkan bantuan bibit tanaman dan ikan dari pemerintah provinsi dan pemerintah setempat pada 2020.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan bibit tanaman itu berupa mangis, petai, jengkol, nangka, pepaya, cabai, bawang dan lainnya.

"Satu nagari itu mendapatkan bantuan dana Rp24 juta untuk pengadaan bibit tanaman itu dan bibit ditanam di lahan mereka," katanya.

Ia mengatakan, nagari mandiri pangan itu seperti, Nagari Koto Tanggah Kecamatan Tilatangkamang, Nagari Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu, Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso dan Nagari Duo Koto Kecamatan Tanjungraya.

Selain itu Nagari Tigo Koto Silungkang, Nagari Sipinang Kecamatan Palembayan, Nagari Nan Tujuh Kecamatan Palupuh dan Nagari Malalak Selatan Kecamatan Malalak.

Nagari itu ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumbar No: 521-650--2019 tentang Penetapan Lokasi dan Replikasi Nagari/Kelurahan/Desa Serta Kelompok Tani Pelaksana Kegiatan Pengembagan Kawasan dan Pembinaan Nagari Mandiri Pangan di Sumbar.

Dasar delapan nagari itu ditetapkan sebagai nagari mandiri pangan karena dikwatirkan akan terjadi kelangkaan dan kerawanan pangan di daerah itu.

"Ke delapan magari itu mendapatkan bantuan setiap tahun dari Pemkab Agam dan Pemprov. Program ini berjalan sampai nagari itu benar-benar mandiri pangan," kataya.

Menurut Ermanto, program nagari mandiri pangan untuk membangun ekonomi masyarakat berbasis pertanian.

Selain itu dalam rangka mengatasi stunting di Agam, karena kasus stunting di daerah itu 16 persen.

"Stunting itu akibat masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi dalam waktu lama. Dengan program itu stunting akan berkurang," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar