Logo Header Antaranews Sumbar

Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik

Sabtu, 7 Februari 2026 22:21 WIB
Image Print
Sejumlah kendaraan melintas di samping badan jalan yang terban di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu malam (7/2/2026). Antara/Fandi Yogari

Kota Padang (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalihkan lalu lintas truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan sejenisnya ke Jalan Sitinjau Lauik pascaterbannya badan jalan di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar yang masih dalam tahap perbaikan akibat bencana.

"Untuk truk pengangkut BBM atau roda enam dan sejenisnya kita alihkan ke Jalan Sitinjau Lauik menyusul terbannya jalan di kawasan Lembah Anai," kata Kasat Lantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot saat dihubungi di Kota Padang, Sabtu.

AKP Pifzen memperkirakan sekitar 40 persen badan jalan di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar terban tepatnya di kilometer 66.700, atau setelah jembatan kembar perbatasan Kota Padang Panjang dengan Kabupaten Tanah Datar.

Untuk mencegah kemungkinan terburuk akibat penyempitan badan jalan, polisi memberlakukan sistem buka tutup khususnya di titik longsor yang menyebabkan antrean atau kepadatan mobilitas kendaraan dari arah Kota Bukittinggi menuju Padang maupun sebaliknya.

"Kita memberlakukan sistem buka tutup setiap lima menit agar lalu lintas tetap berjalan," sebut dia.

Selain kendaraan roda enam atau truk pengangkut BBM dan sejenisnya, polisi juga belum bisa memberikan izin bagi alat berat seperti ekskavator untuk melintasi jalan itu karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan.

"Untuk sementara kendaraan berat seperti ekskavator mungkin tidak bisa melintasi jalur ini demi mengantisipasi perluasan titik atau badan jalan yang terban," ujarnya.

Sementara itu, Fandi (32) salah seorang pengguna jalan mengatakan penyempitan badan jalan di kawasan Lembah Anai menyebabkan arus lalu lintas cukup padat. Kendaraan dari arah Kota Bukittinggi ke Kota Padang atau sebaliknya hanya bisa berjalan pelan.

"Kondisinya kendaraan lumayan padat, dan kita harus hati-hati sekali karena ada badan jalan yang terban," ujar dia.



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026