Harga Gabah Di Lampung Naik
Sabtu, 4 Juni 2016 8:23 WIB
Gabah kering. (Antara) ( )
   Bandarlampung, (Antara Sumbar) - Harga gabah di tingkat petani maupun penggilingan di Provinsi Lampung pada Mei 2016 naik menyusul telah berlalu masa panen raya.
        "Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas gabah kering panen di tingkat petani sebesar 3,52 persen dari Rp 3.937,18 per kilogram menjadi Rp4.075,60 per kilogram, dan di tingkat penggilingan dengan kelompok kualitas yang sama naik sebesar 3,52 persen dari Rp4.026,79 per kilogram menjadi Rp4.168,45 per kilogram," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Sabtu.
        Ia menyebutkan, harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp4.750/kg pada gabah kualitas gabah kering panen (GKP) dengan varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.
        Harga gabah terendah mencapai Rp3.450,00/kg pada gabah kualitas GKP yaitu varietas Galur terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. "Harga tersebut berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah atau HPP yaitu Rp3.700 per kilogram," ujarnya.
        Ia menjelaskan, di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp4.850/kg pada gabah kualitas GKP, yaitu varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp3.530/kg dengan varietas Galur terdapat di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur.
        "Harga tersebut berada di bawah HPP yaitu Rp3.750 per kilogram," ujar dia lagi.
        Selama Mei 2016, survei harga produsen gabah mencatat 21 observasi.
        Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP. Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas gabah kering giling (GKG) dan gabah kualitas rendah.
        "Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas gabah kering panen di tingkat petani sebesar 3,52 persen dari Rp 3.937,18 per kilogram menjadi Rp4.075,60 per kilogram, dan di tingkat penggilingan dengan kelompok kualitas yang sama naik sebesar 3,52 persen dari Rp4.026,79 per kilogram menjadi Rp4.168,45 per kilogram," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Sabtu.
        Ia menyebutkan, harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp4.750/kg pada gabah kualitas gabah kering panen (GKP) dengan varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.
        Harga gabah terendah mencapai Rp3.450,00/kg pada gabah kualitas GKP yaitu varietas Galur terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. "Harga tersebut berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah atau HPP yaitu Rp3.700 per kilogram," ujarnya.
        Ia menjelaskan, di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp4.850/kg pada gabah kualitas GKP, yaitu varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp3.530/kg dengan varietas Galur terdapat di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur.
        "Harga tersebut berada di bawah HPP yaitu Rp3.750 per kilogram," ujar dia lagi.
        Selama Mei 2016, survei harga produsen gabah mencatat 21 observasi.
        Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP. Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas gabah kering giling (GKG) dan gabah kualitas rendah.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Sumbar sarankan tanam serentak untuk jaga stabilitas harga gabah
15 April 2025 18:19 WIB, 2025
Pemerintah serap 190.884 ton beras gunakan harga baru per 18 Februari
20 February 2025 20:12 WIB, 2025