Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Padang pastikan produksi padi stabil meski lahan terbatas

Rabu, 27 Agustus 2025 07:53 WIB
Image Print
Petani mengangkut gabah yang baru saja dipanen di Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), melalui Dinas Pertanian memastikan produksi padi di daerah tersebut stabil meskipun ada kendala keterbatasan lahan dan tantangan musim.

"Produksi padi Kota Padang hingga 25 Agustus 2025 mendekati 20 ribu ton atau tepatnya 19.747 ton. Ini mengindikasikan potensi pertanian tetap terjaga meskipun ada tantangan musim dan keterbatasan lahan," kata Kepala Dinas Kota Padang Yoice Yuliani pada rapat pengendalian inflasi di Padang, Selasa (26/8).

Pada rapat itu, Yoice menyebutkan Kecamatan Koto Tangah menjadi daerah penyumbang produksi gabah terbesar yaitu mencapai 4.915,95 ton, disusul Kecamatan Nanggalo sebanyak 6.285,51 ton.

Sementara itu Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan Kecamatan Kuranji masing-masing menyumbang 1.544,15 ton dan 3.037,1 ton jagung.

Sementara, kecamatan lainnya juga turut berkontribusi meskipun dengan jumlah yang lebih kecil. Lengkapnya, Kecamatan Lubuk Begalung menghasilkan 1.423,75 ton, Kecamatan Pauh 1.448,95 ton, Kecamatan Lubuk Kilangan 1.417,99 ton, Kecamatan Padang Utara 771,55 ton, Kecamatan Padang Selatan 36,95 ton dan Kecamatan Padang Timur 14,65 ton.

"Produksi padi pada 2025 sementara tercatat hampir 20 ribu ton dengan rata-rata produktivitas 4,65 ton per hektare," kata dia.

Meskipun memiliki keterbatasan lahan ditambah tantangan iklim, Kota Padang terus memperkuat program ketahanan pangan, termasuk menjaga ketersediaan lahan pertanian produktif serta mendorong pemanfaatan teknologi budidaya padi agar hasil panen semakin optimal.

Terakhir, ia mendorong masyarakat terutama petani di Kota Padang untuk tetap produktif di tengah tantangan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026