Logo Header Antaranews Sumbar

Legislator fasilitasi pembangunan BTS wilayah tanpa internet di Sumbar

Selasa, 12 Mei 2026 11:23 WIB
Image Print
Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade meresmikan pembangunan dua base transceiver station (BTS) Telkomsel di wilayah Malalak, Kabupaten Agam. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade memfasilitasi pembangunan dua base transceiver station (BTS) Telkomsel di wilayah Malalak, Kabupaten Agam yang selama ini kesulitan atau tidak memiliki akses internet.

"Tekad saya berbagai titik yang masih blank spot internet bisa diselesaikan sebelum atau hingga 2029," kata dia di Kabupaten Agam, Senin.

Andre mengatakan upaya pemerataan dan jaminan kualitas internet di Ranah Minang demi memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan perlakuan layanan yang sama, tanpa ada yang tertinggal dari perkembangan teknologi.

Kehadiran dua BTS ini membantu masyarakat setempat untuk mengetahui dan mendapatkan berbagai informasi dari internet. Selain itu, infrastruktur utama jaringan internet ini juga memudahkan pelajar yang membutuhkan tambahan informasi seputar dunia pendidikan.

Ia mengatakan akan terus membantu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Sumbar untuk mengupayakan tidak ada lagi daerah tanpa akses internet.

"Jadi, aspirasi yang masuk ke kami itulah yang kemudian saya upayakan melobi Dirut Telkomsel agar membangun BTS di daerah yang kesulitan internet," katanya.

Menurutnya, salah satu tantangan Sumbar agar terbebas dari blank spot internet ialah penetapan aspek skala prioritas dengan daerah lain yang juga kesulitan akses internet di tengah keterbatasan anggaran.

"Tapi, itulah tugas saya sebagai wakil rakyat agar menjadikan Sumbar ini sebagai skala prioritas pembangunan BTS," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengatakan dengan beroperasinya dua BTS di wilayah Malalak, permasalahan blank spot di kabupaten setempat semakin dapat diatasi.

Artinya, saat ini tinggal lima kecamatan dan delapan nagari atau desa yang masih bermasalah dengan layanan internet. Ke depan, pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan legislator asal Sumbar dan pemerintah pusat untuk menuntaskan permasalahan itu.

"Tinggal beberapa kecamatan (blank spot) dan kita upayakan itu segera tuntas," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026