630 Warga Gaza Masuk Mesir Saat Rafah Dibuka Dua Hari
Senin, 22 Desember 2014 18:56 WIB
Rafah, Palestina, (Antara/AFP) - Sekitar 630 warga Palestina meninggalkan Gaza dan masuk Sinai, Mesir, melalui penyeberangan Rafah pada Minggu sesudah Kairo membuka kembali sementara perbatasan itu, kata pejabat Palestina.
Itu kali kedua dalam dua bulan Mesir membuka pintu Rafah.
Pada Sabtu, pejabat Mesir kepada AFP memastikan perlintasan itu terbuka pada Minggu dan Senin.
Mereka menyeberang untuk berobat atau memang memegang izin tinggal di luar negeri, kata Maher Abu Sabha, direktur penyeberangan perbatasan di Jalur Gaza.
Penyeberangan Rafah selatan adalah satu-satunya gerbang Gaza ke dunia, yang tidak dikendalikan Israel.
Saksi di tempat kejadian menyatakan ratusan orang berkumpul di depan terminal itu.
"Pada sekitar tengah hari (17.00 WIB), tiga bus pembawa sekitar 200 orang meninggalkan Gaza melalui terminal Rafah dan masuk Mesir," kata Abu Sabha.
Sejumlah anak-anak berdiri di pagar perbatasan itu, sementara beberapa yang lain tertidur di dekat tumpukan barang mereka, yang berada di pintu gerbang perbatasan tersebut saat keluarga mereka menanti izin keluar.
Pada Senin, warga Palestina belajar di luar negeri diizinkan masuk Mesir, katanya.
Sementara itu, media pemerintah Mesir melaporkan bahwa Kairo memulangkan 52 warga Palestina ke Gaza melalui Rafah pada Minggu.
Kantor berita MENA, mengutip keterangan pejabat tak disebutkan namanya di perbatasan, menyatakan 30 dari yang diusir itu ditangkap karena tinggal secara gelap di Mesir, sementara yang lain mencoba masuk tanpa visa.
Setelah menyelidiki perkara mereka, petugas keamanan memutuskan memulangkan mereka ke Gaza, kata pejabat itu.
Kairo menutup penyeberangan itu pada 25 Oktober, sehari sesudah serangan jibaku menewaskan 30 tentara di Sinai utara.
Penutupan itu menghalangi ribuan warga Gaza mendapatkan pengobatan atau pendidikan tinggi di Mesir serta mencegah pula sekitar 3.500 warga Palestina pulang, kata Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Penggalangan Kemanusiaan.
Pada Sabtu, 378 warga Gaza akhirnya dapat kembali ke daerah kantong itu melalui Rafah, kata pernyataan Palestina.
Selama enam bulan pertama tahun ini, ketika penyeberangan itu ditutup 22 hari, rata-rata, 6.400 orang menyeberang setiap bulan, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Polri bangun dua jembatan bailey di Agam permudah akses warga pascabencana
07 February 2026 13:40 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018