Logo Header Antaranews Sumbar

BNPB: huntara di Sumbar awal hidup baru bagi warga terdampak bencana

Senin, 9 Februari 2026 09:35 WIB
Image Print
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Rustian dalam peresmian hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Nagari Sumpur, Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. ANTARA/HO - BNPB (BNPB)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Nagari Sumpur, Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), dan menyebut huntara tersebut menjadi menjadi langkah awal kehidupan baru bagi warga terdampak pascabencana.

“Syukur, Alhamdulillah, atas kerja sama yang baik, artinya bagi yang Muslim dapat menjalankan ibadah suci Ramadhan di huntara yang sudah disiapkan,” ujar Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Sebanyak 66 huntara telah dibangun dan siap ditempati masyarakat di tiga titik pada wilayah Kabupaten Tanah Datar, dengan rincian 15 unit di Nagari Sumpur (Kecamatan Batipuh Selatan), 23 unit di Nagari Bungo Tanjuang (Kecamatan Batipuh) yang dibangun oleh BNPB, serta 28 unit di Nagari Guguk Malalo (Kecamatan Batipuh Selatan) yang dibangun melalui dukungan Danantara.

Pemberian kunci huntara secara simbolis diberikan oleh Sekretaris Utama BNPB kepada Bupati Tanah Datar bersama perwakilan warga yang akan menempati hunian tersebut.

Selain peresmian huntara, BNPB bersama sektor-sektor terkait juga menyalurkan berbagai dukungan logistik dan kebutuhan dasar bagi penghuni huntara di Nagari Sumpur, meliputi paket sekolah, sembako, sandang, perlengkapan ibadah, perlengkapan mandi, kasur lipat, velbed, selimut, matras, kompor dan regulator.

Selain itu ada perlengkapan dapur dan kebersihan keluarga, galon air mineral, hygiene kit, kipas angin, serta dipan lengkap dengan kasur dan bantal, guna mendukung aktivitas dan kenyamanan warga tinggal di huntara.

Rustia menjelaskan peresmian huntara di Kabupaten Tanah Datar ini dilaksanakan secara serentak bersama wilayah lainnya, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie Jaya.

Pada wilayah lainnya turut diserahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak yang tidak menempati huntara.

Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana secara merata di berbagai daerah serta memastikan masyarakat dapat tinggal di tempat yang layak sampai memperoleh hunian tetap (huntap).

Dia pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan baik dalam pembangunan huntara sesuai dengan target yang ditetapkan.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026