Logo Header Antaranews Sumbar

Sawahlunto perkuat pengawasan pangan lindungi warga dan wisatawan

Senin, 9 Februari 2026 18:01 WIB
Image Print
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Kepala Loka BPOM Kabupaten Sijunjung Putra Gusrianto dalam kegiatan sosialisasi. (Antarasumbar/Yudha Ahada)

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat memperkuat pengawasan obat dan makanan melalui penandatanganan Komitmen Lintas Sektor Program Prioritas Nasional (Pro-PN) Bidang Pengawasan Obat dan Makanan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan warga dan wisatawan.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, di Sawahlunto, Senin, mengatakan pengawasan pangan menjadi perhatian penting karena Sawahlunto merupakan kota wisata yang rutin menyelenggarakan ajang sehingga aktivitas konsumsi di pasar, pusat kuliner, dan kawasan kegiatan harus terjamin aman.

“Sebagai kota wisata dan sering menyelenggarakan event, Sawahlunto perlu memperhatikan dan melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan agar aspek konsumsi terhadap wisatawan dan pengunjung event dapat terlindungi,” katanya.

Penandatanganan komitmen dilakukan bersama Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan Kabupaten Sijunjung Putra Gusrianto di Balaikota Sawahlunto sebagai penguatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan pengawasan obat dan makanan.

Wali Kota Riyanda menjelaskan penguatan pengawasan tersebut bertujuan memastikan perlindungan kesehatan masyarakat tidak hanya bertumpu pada layanan pengobatan, melainkan juga pada pencegahan sejak awal melalui pengendalian produk yang beredar.

Melalui Pro-PN, Pemkot Sawahlunto menjalankan sejumlah kegiatan strategis, di antaranya pendampingan BPOM untuk penilaian mandiri kota pangan aman, gerakan keamanan pangan desa di Kelurahan Pasar, serta penguatan pengawasan di jalur distribusi dan konsumsi masyarakat.

Program juga menyasar ruang yang dekat dengan aktivitas warga, yakni pasar dan sekolah, melalui Pasar Pangan Aman berbasis komunitas di Pasar Remaja serta pembudayaan keamanan pangan di sekolah yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sawahlunto.

Kepala Loka BPOM Sijunjung Putra Gusrianto mengatakan pengawasan obat dan makanan dilakukan secara terpadu dari hulu ke hilir sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019, sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak sumber produksi, jalur distribusi, hingga produk yang dikonsumsi masyarakat.

“Pengawasan terpadu ini membutuhkan sinergi lintas sektor, karena aspek keamanan obat dan makanan tidak bisa berjalan efektif jika hanya dikerjakan oleh satu instansi,” katanya.

Wali Kota Riyanda menegaskan Pemko Sawahlunto siap mengawal implementasi program tersebut bersama perangkat daerah terkait agar pengawasan berjalan konsisten, terukur, serta berdampak nyata dalam menjaga kesehatan masyarakat dan memperkuat citra Sawahlunto sebagai destinasi yang aman dan nyaman.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026